Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

BEI Catat 50 Investor Buka Rekening Short Selling PerdanaIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

BEI Catat 50 Investor Buka Rekening Short Selling Perdana

Okezone 1 min read 242 kata
BEI Catat 50 Investor Buka Rekening Short Selling Perdana — gambar dari Okezone
Image from Okezone. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengaktifkan kembali perdagangan saham dengan skema short selling secara terbatas mulai Kamis (1/10/2026). Penerapan instrumen transaksi anyar ini digadang-gadang sebagai langkah strategis bursa dalam memperdalam likuiditas pasar modal sekaligus menyediakan sarana lindung nilai atau hedging yang terukur bagi kalangan investor.

Otoritas bursa mencatat minat awal pelaku pasar mulai terpetakan seiring puluhan pemodal yang telah menyelesaikan registrasi akun khusus transaksi tersebut. Pada hari perdana peluncurannya, aktivitas transaksi terpantau masih bergerak selektif pada portofolio efek yang telah diizinkan.

"Informasi yang kami dapat sudah ada sekitar 50 investor yang membuka rekening short selling. Dari pantauan kami terhadap lima saham yang masuk dalam daftar, baru ada satu saham yang ditransaksikan hari ini," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pada tahap awal ini, BEI membatasi fasilitas short selling hanya pada lima saham berkapitalisasi pasar besar dan berlikuiditas tinggi, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sementara itu, fasilitas perdagangan baru disediakan oleh dua Anggota Bursa (AB) perintis yang telah mengantongi izin, yaitu PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Ajaib Sekuritas Asia.

Otoritas bursa menegaskan bahwa implementasi instrumen lindung nilai ini telah dibentengi sistem mitigasi risiko yang ketat demi menjaga stabilitas pasar. Regulasi pembatasan harga disiapkan agar transaksi penjualan efek tanpa kepemilikan awal tersebut tidak memicu gejolak penurunan yang tajam di pasar reguler.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bei-catat-50-investor-buka-rekening-short-selling-perdana-bd8f9673/.

Related

Semua berita Ekonomi