Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin!Ini Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
National

Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin!

Okezone 1 min read 263 kata
Nekat Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi di Mobil Hybrid, Ini Dampaknya pada Mesin! — gambar dari Okezone
Image from Okezone. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

JAKARTA – Pengguna mobil hybrid diminta untuk selalu menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah ini sangat penting agar komponen mesin tidak mengalami gangguan serius akibat penggunaan jenis BBM yang tak sesuai spesifikasi.

Kenaikan harga sejumlah jenis BBM belakangan ini memang berpotensi menambah beban biaya operasional kendaraan. Namun, beralih ke BBM bernilai oktan lebih rendah demi menekan pengeluaran justru menjadi ancaman besar bagi kesehatan mesin kendaraan.

Mesin mobil modern, khususnya teknologi hybrid, dirancang memiliki rasio kompresi tinggi. Pada lineup mobil hybridToyota misalnya, rasio kompresi mesin berada di atas 13:1, sehingga membutuhkan bahan bakar dengan nilai Research Octane Number (RON) minimal di atas 90 atau sesuai standar panduan pabrikan.

Bahan bakar dengan nilai oktan lebih rendah memiliki sifat lebih mudah terbakar. Pada mesin hybrid modern, BBM beroktan rendah berisiko terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin. Kondisi ini memicu terjadinya knocking atau mesin mengelitik.

Proses pembakaran tidak sempurna akibat oktan rendah akan membuat mesin kehilangan tenaga (power loss). Suara mengelitik ini umumnya makin terdengar jelas saat mobil membawa muatan penuh, menyalip kendaraan lain, atau saat melintasi jalan menanjak. Dalam jangka panjang, fenomena ini akan mempercepat kerusakan komponen di dalam ruang bakar.

Dampak buruk lainnya adalah munculnya deposit kotoran atau kerak di dalam ruang bakar yang menempel dan mengganggu kinerja komponen. Selain itu, suhu di ruang mesin akan melonjak akibat beban kerja komponen yang tidak ideal.

Hal ini berujung pada penurunan performa kendaraan. Alih-alih hemat, pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mengejar tenaga, yang justru membuat konsumsi bahan bakar menjadi makin boros serta mempercepat ausnya komponen internal mesin.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/nekat-pakai-bbm-tak-sesuai-rekomendasi-di-mobil-hybrid-ini-dampaknya-fc225709/.

Related

64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di Unej

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 64 mobil dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia siap bersaing dalam kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, pada Kamis hingga Minggu (4/10).

Antara

Semua berita Nasional