Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Bocoran soal Perusahaan Gas Pelat Merah Bakal DigabungIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

Bocoran soal Perusahaan Gas Pelat Merah Bakal Digabung

Detik 2 min read 304 kata
Bocoran soal Perusahaan Gas Pelat Merah Bakal Digabung — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Danantara tengah mengkaji penggabungan perusahaan gas pelat merah sebagai bagian dari transformasi BUMN. Salah satunya melibatkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, hingga kini struktur konsolidasi tersebut belum diputuskan. Danantara masih menghitung manfaat dan biaya dari sejumlah opsi yang tersedia.

"Ini sedang kita kaji. Bagaimana nanti polanya, tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream. Saya belum bisa sampaikan mana yang akan menjadi ini, ada beberapa pilihan structure yang kita lakukan, mana yang terbaik nantinya. Antara Pertagas, PGN, dan lain sebagainya," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Saat ditanya mengenai perusahaan mana yang nantinya akan menjadi induk atau holding, Dony mengatakan keputusan juga belum diambil. Danantara masih memperhitungkan beberapa aspek.

"Belum bisa diputuskan. Tadi saya bilang kan kita tentu lihat cost and benefit-nya. Kita lihat kalau skemanya seperti ini manfaatnya apa, kalau skemanya begini manfaatnya apa, kita pilih yang terbaik nanti," ujarnya.

Terlepas dari struktur perusahaan yang nantinya dipilih, Dony mengatakan Danantara ingin mengarahkan perusahaan gas BUMN untuk lebih fokus pada bisnis midstream dan downstream. Salah satu fokusnya adalah memperluas jaringan gas (jargas) hingga ke rumah tangga.

Danantara juga tengah mendorong Pertagas memperkuat pengembangan jargas nasional untuk meningkatkan pemanfaatan gas domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Menurut Dony, pengembangan jargas akan diuji coba terlebih dahulu di sejumlah kota. Pemerintah berharap penggunaan gas domestik yang lebih besar dapat mengurangi impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi.

"Nanti kita harapkan bahwa perusahaan gas kita itu akan mengalirkan, jadi lebih banyak jargasnya, mengalirkan gas ke rumah-rumah. Kalau ini bisa kita lakukan, kita akan trial di beberapa kota dulu, install ke rumah-rumah dengan model nanti CNG ya. Ini sedang kita coba, feknya adalah kita tidak perlu lagi impor LPG kan," tutur Dony.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bocoran-soal-perusahaan-gas-pelat-merah-bakal-digabung-a9bab669/.

Related

Semua berita Ekonomi