Bosch Ungkap Alasan Mobil Listrik Berisiko Cepat Masuk Tempat Rongsokan
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Liputan6.com, Jakarta - Raksasa pemasok komponen dan teknologi otomotif global, Bosch, melontarkan peringatan terkait masa depan industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Salah satu persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah tingginya biaya perbaikan dan penggantian baterai.
Dilansir dari Motor1, Rabu (30/9/2026), Kepala Bosch Mobility Aftermarket, Rupert Hoellbacher, mengatakan biaya baterai yang terlalu mahal berisiko memperpendek masa pakai mobil listrik secara ekonomis.
Menurutnya, secara teknis kendaraan listrik sebenarnya dapat digunakan selama puluhan tahun. Namun, kondisi tersebut bisa berubah apabila biaya perbaikan komponen utama, khususnya baterai, tetap tinggi setelah masa garansi kendaraan berakhir.
Pemilik mobil listrik berpotensi memilih menjual kendaraan untuk dibongkar atau bahkan membawanya ke tempat penampungan rongsokan (scrap yard) apabila biaya perbaikan sudah lebih mahal dibandingkan nilai kendaraan di pasar.
Baterai merupakan salah satu komponen paling mahal pada kendaraan listrik. Meski demikian, Bosch menilai kerusakan baterai tidak selalu berarti seluruh battery pack harus diganti.
Sejumlah masalah pada baterai dapat ditangani dengan melakukan diagnosis dan memperbaiki modul individual yang mengalami gangguan. Pendekatan tersebut berpotensi memangkas biaya perbaikan dibandingkan mengganti satu unit baterai secara keseluruhan.
Karena itu, keberadaan industri aftermarket dan bengkel independen yang memiliki kemampuan menangani sistem baterai kendaraan listrik dinilai semakin penting.
Bengkel yang dibekali peralatan dan keahlian untuk mendiagnosis serta memperbaiki modul baterai dapat membantu memperpanjang usia kendaraan listrik setelah masa garansi pabrikan berakhir.
"Jika kita gagal membuat perbaikan atau penggantian baterai menjadi lebih menarik secara finansial, masa pakai mobil dipastikan akan menurun. Ini tidak hanya berarti hilangnya potensi pasar purna jual, tetapi juga langkah mundur signifikan bagi praktik bisnis berkelanjutan," ujar Hoellbacher.
Persoalan biaya perbaikan baterai juga berkaitan dengan perkembangan teknologi kendaraan modern. Mobil listrik generasi terbaru semakin dibekali sistem elektronik kompleks dan komponen bertegangan tinggi.
Teknologi tersebut menawarkan berbagai fungsi serta kemampuan baru yang dapat meningkatkan daya tarik kendaraan ketika pertama kali dipasarkan. Namun, kompleksitas teknologi juga membuat aspek perawatan dan perbaikan jangka panjang menjadi perhatian.
Pada akhirnya, usia kendaraan di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh ketahanan komponen, tetapi juga seberapa terjangkau biaya pemeliharaan dan perbaikannya.
Tantangan di Balik Perkembangan Mobil Listrik Hal serupa sebenarnya telah terjadi pada kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE). Komponen seperti mesin, transmisi, alternator, hingga berbagai bagian pendukung dapat diperbaiki, dibangun ulang, atau diganti dengan suku cadang aftermarket.
Ekosistem tersebut memungkinkan kendaraan tetap digunakan meski telah berusia cukup tua.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bosch-ungkap-alasan-mobil-listrik-berisiko-cepat-masuk-tempat-04171c45/.
Related
Kabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!
CRISTIANO Ronaldo terancam sanksi berat usai kabur dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas Portugal. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa dilarang bermain enam bulan plus denda sekira 1.000 Euro (setara Rp20,2 juta).
2 Pemain Indonesia yang Diwaspadai Bangladesh!
Timnas Bangladesh akan dijamu Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Tigers of Bengal mewaspadai dua pemain Skuad Garuda. Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga itu kickoff pada Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.
Masih Ingat Chris Smalling yang Dulu Bermain untuk MU?
Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Chris Smalling, akhirnya menemukan klub baru setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Bek tengah berusia 36 tahun itu resmi bergabung dengan Porto, pemuncak klasemen Liga Portugal.
GAC Akuisisi Saham FAW Toyota, Strategi Baru Mulai Terungkap
Liputan6.com, Jakarta - GAC Group berencana mengambil alih 50 persen saham di perusahaan patungan FAW dan Toyota di China. Langkah ini membuat GAC menggantikan China FAW Group Corporation, sebagai mitra Toyota di perusahaan patungan tersebut, dengan tujuan menyederhanakan…