Bukan Cuma Menabung, Masyarakat Mulai Cari Cara Melindungi Kekayaan
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Indonesia mulai menghadapi kebutuhan finansial yang semakin kompleks. Jika sebelumnya menabung menjadi salah satu cara utama untuk menyiapkan masa depan, kini perhatian mulai bergeser pada bagaimana membangun sekaligus melindungi kekayaan dalam jangka panjang.
Perubahan tersebut terjadi seiring bertambahnya kebutuhan pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari menyiapkan pendidikan anak, membeli rumah, mempersiapkan masa pensiun hingga memastikan kondisi finansial keluarga tetap terjaga ketika terjadi risiko yang tidak terduga.
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan, kebutuhan finansial masyarakat terus berkembang seiring perjalanan hidup. Setelah aset mulai terbentuk, perhatian tidak hanya tertuju pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana kekayaan dapat dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai tujuan finansial masing-masing.
“Kebutuhan finansial nasabah terus berkembang seiring perjalanan hidup. Setelah membangun aset, kebutuhan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi sesuai dengan tujuan finansial masing-masing," jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Perubahan pola tersebut berlangsung ketika perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II 2026. Secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada Semester I 2026 tumbuh 5,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan untuk mengelola aset secara lebih terencana turut membuka ruang bagi strategi diversifikasi. Strategi ini memungkinkan seseorang membagi aset ke berbagai instrumen sesuai tujuan, jangka waktu dan profil risiko.
Namun, diversifikasi bukan berarti menghilangkan risiko. Strategi tersebut lebih ditujukan untuk menjadi bagian dari pengelolaan risiko agar seluruh kekayaan tidak bergantung pada satu instrumen atau jenis aset.
Dari Membangun Aset hingga Menjaga Kekayaan Perubahan kebutuhan finansial biasanya berjalan mengikuti tahapan kehidupan. Pada usia produktif, seseorang mungkin lebih banyak berfokus pada peningkatan pendapatan dan pembangunan aset. Setelah aset mulai terkumpul, perhatian dapat bergeser pada bagaimana kekayaan tersebut dipertahankan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.
Kebutuhan itu dapat mencakup dana pendidikan anak, persiapan pensiun, perlindungan keluarga hingga perencanaan kekayaan untuk generasi berikutnya.
Karena itu, perencanaan keuangan tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh dari suatu aset. Faktor lain seperti jangka waktu, likuiditas, risiko, perlindungan dan tujuan keuangan juga perlu dipertimbangkan.
Perkembangan industri asuransi jiwa turut mencerminkan perubahan kebutuhan tersebut. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi produk PAYDI atau unit link pada Semester I 2026 mencapai Rp 35,73 triliun, tumbuh 10,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, premi bisnis baru PAYDI/unit link tumbuh lebih tinggi, yakni 34,5% menjadi Rp 19,78 triliun.
Dari sisi distribusi, kanal bancassurance masih menjadi salah satu saluran utama. Pendapatan premi melalui bancassurance tercatat Rp 41,58 triliun atau tumbuh 17,9%.
Data tersebut menunjukkan adanya aktivitas yang cukup kuat pada produk asuransi yang memiliki unsur perlindungan sekaligus komponen investasi. Meski demikian, PAYDI tetap merupakan produk asuransi dan komponen investasi memiliki risiko sesuai dengan kinerja dana investasi yang dipilih.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bukan-cuma-menabung-masyarakat-mulai-cari-cara-melindungi-kekayaan-9dcb26b4/.
Related
Punya 3 Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Ungkap Tugas Masing-Masing
Punya 3 Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Ungkap Tugas Masing-Masing Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pembagian tugas dari tiga wakil menteri keuangan (wamenkeu) yang dimilikinya.
APBN September Defisit Rp319 T, Menkeu Bilang Masih On Track
APBN September Defisit Rp319 T, Menkeu Bilang Masih On Track Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 masih berada di jalur yang sesuai dengan perencanaan pemerintah.
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5% Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten milik pengusaha Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) tertekan pada perdagangan sesi I Jumat (9/10/2026) pukul 09.32 WIB ke level Rp2.930 per saham.
Video: Menkes BGS dan Strategi Investasi dan Transformasi Kesehatan RI
Video: Menkes BGS dan Strategi Investasi & Transformasi Kesehatan RI Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia pada Kamis, 8 Oktober 2026 menyelenggarakan CNBC Indonesia Health Summit 2026 dengan tema "The Rising of Indonesia's Healthcare Investment" yang akan mengupas tuntas arah…