Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Bukan Dilarang, Begini Cara Tepat Temani Anak Belajar Pakai AIIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Technology

Bukan Dilarang, Begini Cara Tepat Temani Anak Belajar Pakai AI

Liputan6 Tekno 2 min read 424 kata
Bukan Dilarang, Begini Cara Tepat Temani Anak Belajar Pakai AI — gambar dari Liputan6 Tekno
Image from Liputan6 Tekno. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan anak dan remaja. Kondisi ini membuat peran orang tua menjadi penting untuk membatasi penggunaan teknologi dan mendampingi anak saat mulai mengenalnya.

Communications Lead untuk OpenAI di Indonesia, Cipluk Carlita, menilai orang tua tidak perlu mengetahui semua hal tentang AI untuk mendampingi anak. Menurutnya, yang lebih penting adalah memahami kapan harus mengingatkan dan kapan perlu duduk bersama anak untuk mengeksplorasi AI.

"Sebagai orang tua tuh mungkin nggak perlu harus tahu semuanya," ucap Cipluk dalam acara Media Gathering dan Workshop PandAI bersama OpenAI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga wajar jika orang tua belum memahami seluruh kemampuannya.

Meski begitu, keluarga tetap perlu beradaptasi agar orang tua mengetahui bagaimana anak menggunakan teknologi di rumah maupun sekolah.

Pada kesempatan sama, psikolog klinis dan keluarga, Pritta Tyas Mangestuti, berpendapat bahwa penggunaan AI tidak harus selalu dipandang sebagai sesuatu yang perlu dihindari. Orang tua justru perlu membantu anak mengembangkan kemampuan agar mereka dapat menggunakan teknologi secara bijak.

"Ada tiga keterampilan yang penting untuk dikembangkan, yakni critical thinking, curiosity, dan communication. Ketiganya membantu anak menganalisis informasi, mencari cara lain saat menghadapi masalah, serta menyampaikan pikirannya secara lebih terstruktur," ia menjelaskan.

Jangan Hanya Melarang Anak Menggunakan AI AI bisa menjadi alat bantu untuk melatih kemampuan itu selama orang tua tetap terlibat. Salah satu contohnya ketika anak mengerjakan soal matematika, lalu berdiskusi bersama orang tua dengan bantuan ChatGPT untuk memahami cara penyelesaiannya.

"AI bukan alat instan yang menggantikan proses berpikir. Anak tetap perlu memahami apa yang ingin dicari, menyusun pertanyaan dengan baik, lalu menggunakan AI untuk membantu menemukan jawaban," Pritta menambahkan.

Edukator Parenting & Co-Founder Good Enough Parents, Damar Wijayanti, mengatakan pendekatan berupa larangan dan ceramah terus-menerus justru berisiko membuat remaja tidak benar-benar mendengarkan orang tua.

"Anak lebih baik dilibatkan secara langsung saat menggunakan AI," ucapnya.

Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

Dalam praktiknya, orang tua bisa mengajak anak membedah ide yang diberikan AI dan menilai apakah saran itu sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan cara ini, AI ditempatkan sebagai alat untuk mencari ide, sementara keputusan tetap dibuat oleh anak dengan pendampingan orang tua.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bukan-dilarang-begini-cara-tepat-temani-anak-belajar-pakai-ai-952ac626/.

Related

Semua berita Teknologi