Studi: Beri Anak HP di Usia 12 Tahun Tingkatkan Risiko Gangguan Makan
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Liputan6.com, Jakarta - Penelitian terbaru dari jurnal JAMA Network Open mengungkap dampak buruk penggunaan HP untuk anak remaja usia 12 tahun hingga menyebabkan gangguan makan (eating disorders) dibandingkan yang belum memilikinya.
Terlepas dari perangkat itu sendiri, temuan ini menyoroti bahaya paparan media sosial pada masa perkembangan anak yang krusial.
“Ponsel pintar dapat menghadirkan beragam konten yang berfokus pada penampilan fisik ke dalam saku anak muda," ujar penulis utama studi sekaligus spesialis kedokteran remaja dari University of California San Fransisco, Jason Nagata, dikutip dari CNN, Kamis (1/10/2026).
Dalam studinya, para peneliti menganalisis survei perkembangan kognitif ribuan anak sekolah di Amerika Serikat (AS). Hasilnya menunjukkan 70 persen partisipan atau lebih dari 6.200 remaja telah memiliki ponsel pintar pada usia 12 tahun.
Di antara mereka, gejala gangguan makan paling sering dilaporkan, dengan gangguan makan berlebihan sebanyak 9 persen. Memasuki usia 14 tahun, sekitar 24 persen melaporkan setidaknya memiliki satu gejala gangguan makan.
Sebagai perbandingan, angka tersebut jauh lebih rendah pada anak-anak yang tidak menerima ponsel di masa pra-remaja mereka, di mana hanya 16 persen yang melaporkan gejala serupa pada usia 14 tahun.
Dampak Paparan Media Sosial Penyebab utamanya adalah paparan media sosial. Dalam survei pada anak-anak yang memiliki ponsel pintar pada usia 12 tahun, mereka dua kali lebih rentan mengaitkan harga diri dengan berat badan.
Mereka juga 50 persen lebih mungkin berupaya mengimbangi kenaikan berat badan dengan olahraga atau perilaku tidak sehat seperti memuntahkan makanan secara sengaja.
“Ketika Anda membandingkan diri sendiri dengan influencer yang gambarnya dikurasi, diedit, dan difilter, hal itu dapat memicu ketidakpuasan terhadap tubuh serta rendahnya harga diri, yang kemudian menjadi faktor risiko gangguan makan,” Nagata menambahkan.
Temuan ini menunjukkan betapa krusialnya peran usia saat anak pertama kali menggunakan HP. Para ahli menilai, menunda akses anak terhadap HP bahkan dalam rentang waktu singkat, dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan anak.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/studi-beri-anak-hp-di-usia-12-tahun-tingkatkan-risiko-gangguan-makan-8025c5d4/.
Related
Pihak Ruben Onsu Tanggapi Gugatan Wanprestasi Sarwendah
- Sarwendah menggugat wanprestasi Ruben Onsu dan BCA, sidang perdana 13 Oktober. - Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menunggu panggilan resmi pengadilan. - Minola belum resmi menjadi kuasa hukum Ruben untuk kasus wanprestasi ini.
Setelah Kerja, Nostalgia 2000-an di Senopati: Fimelahood Hangout Hadirkan Early Party
Liputan6.com, Jakarta - Selepas jam kantor, Fimela mengajak komunitas Fimelahood kembali ke era 2000-an lewat Fimelahood Hangout: "Bring Back 2000s, Ladies!" pada 25 September 2026.
Kondisi RPTRA Pedongkelan Jakbar Usai Fasilitasnya Digasak Maling
Sejumlah fasilitas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), hilang dicuri. Kondisi RPTRA itu tampak tak terawat hingga kumuh.
Fashion Casual Go Youn Jung dengan Make Up Natural di Paris
- Go Youn Jung memukau dengan potret kasual naturalnya saat liburan di Paris. - Gayanya kasual menawan, dari sweatshirt hingga trench coat, bahkan aksi uniknya. - Di tengah liburan, ia tetap aktif dengan proyek film 'Nambeol' dan 'Moving 2'.