Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Studi: Beri Anak HP di Usia 12 Tahun Tingkatkan Risiko Gangguan MakanIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Lifestyle

Studi: Beri Anak HP di Usia 12 Tahun Tingkatkan Risiko Gangguan Makan

Liputan6 Tekno 2 min read 302 kata
Studi: Beri Anak HP di Usia 12 Tahun Tingkatkan Risiko Gangguan Makan — gambar dari Liputan6 Tekno
Image from Liputan6 Tekno. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Liputan6.com, Jakarta - Penelitian terbaru dari jurnal JAMA Network Open mengungkap dampak buruk penggunaan HP untuk anak remaja usia 12 tahun hingga menyebabkan gangguan makan (eating disorders) dibandingkan yang belum memilikinya.

Terlepas dari perangkat itu sendiri, temuan ini menyoroti bahaya paparan media sosial pada masa perkembangan anak yang krusial.

“Ponsel pintar dapat menghadirkan beragam konten yang berfokus pada penampilan fisik ke dalam saku anak muda," ujar penulis utama studi sekaligus spesialis kedokteran remaja dari University of California San Fransisco, Jason Nagata, dikutip dari CNN, Kamis (1/10/2026).

Dalam studinya, para peneliti menganalisis survei perkembangan kognitif ribuan anak sekolah di Amerika Serikat (AS). Hasilnya menunjukkan 70 persen partisipan atau lebih dari 6.200 remaja telah memiliki ponsel pintar pada usia 12 tahun.

Di antara mereka, gejala gangguan makan paling sering dilaporkan, dengan gangguan makan berlebihan sebanyak 9 persen. Memasuki usia 14 tahun, sekitar 24 persen melaporkan setidaknya memiliki satu gejala gangguan makan.

Sebagai perbandingan, angka tersebut jauh lebih rendah pada anak-anak yang tidak menerima ponsel di masa pra-remaja mereka, di mana hanya 16 persen yang melaporkan gejala serupa pada usia 14 tahun.

Dampak Paparan Media Sosial Penyebab utamanya adalah paparan media sosial. Dalam survei pada anak-anak yang memiliki ponsel pintar pada usia 12 tahun, mereka dua kali lebih rentan mengaitkan harga diri dengan berat badan.

Mereka juga 50 persen lebih mungkin berupaya mengimbangi kenaikan berat badan dengan olahraga atau perilaku tidak sehat seperti memuntahkan makanan secara sengaja.

“Ketika Anda membandingkan diri sendiri dengan influencer yang gambarnya dikurasi, diedit, dan difilter, hal itu dapat memicu ketidakpuasan terhadap tubuh serta rendahnya harga diri, yang kemudian menjadi faktor risiko gangguan makan,” Nagata menambahkan.

Temuan ini menunjukkan betapa krusialnya peran usia saat anak pertama kali menggunakan HP. Para ahli menilai, menunda akses anak terhadap HP bahkan dalam rentang waktu singkat, dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan anak.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/studi-beri-anak-hp-di-usia-12-tahun-tingkatkan-risiko-gangguan-makan-8025c5d4/.

Related

Semua berita Lifestyle