Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestikIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestik

Antara 3 min read 571 kata
IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestik — gambar dari Antara
Image from Antara. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Diperkirakan IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000- 6.200 pada perdagangan Kamis Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan bergerak sideways di tengah pelaku pasar mencermati data-data ekonomi dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka melemah 8,25 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.062,89. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,09 poin atau 0,35 persen ke posisi 599,09.

"Diperkirakan IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000- 6.200 pada perdagangan Kamis ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade, yang menyebabkan kenaikan tajam pada biaya pinjaman.

Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS naik menjadi 0,3 persen month to month (mtm) dan 3,4 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, dibandingkan kenaikan 0,1 persen (mtm) dan 3,4 persen (yoy) pada Juli 2026, namun lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,4 persen (mtm) dan 3,7 persen (yoy).

Untuk indeks harga PCE Inti AS, terjadi kenaikan sebesar 0,2 persen (mtm) dan 3 persen (yoy) pada Agustus 2026, atau di bawah angka konsensus sebesar 0,3 persen (mtm) dan 3,3 persen (yoy).

Sementara, untuk estimasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS periode kuartal II-2026 menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Selain itu, laporan bulanan ADP mengenai lapangan kerja sektor swasta menunjukkan penambahan 90.000 lapangan kerja pada September 2026.

"Selanjutnya investor menantikan data indeks ISM Manufacturing AS yang diperkirakan naik pada level 55 pada bulan September 2026 dari level 54,6," ujar Ratna.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang konsensus proyeksikan akan terjadi kenaikan menjadi 0,31 persen (mtm) pada September 2026 dari sebelumnya 0,21 persen (mtm) pada Agustus 2026.

Dengan demikian, secara tahunan inflasi diperkirakan menjadi 3,3 persen (yoy) pada September 2026 dari sebelumnya 3,19 persen (yoy). Untuk inflasi inti diperkirakan juga meningkat menjadi 3 persen (yoy) dari sebelumnya 2,92 persen (yoy).

por diperkirakan melambat menjadi 4,2 persen (yoy) dari sebelumnya 6,05 persen (yoy). Sedangkan impor diperkirakan justru berakselerasi menjadi tumbuh 31,7 persen (yoy) pada Agustus 2026 dari sebelumnya 27,0 persen (yoy) pada Juli 2026.

Sementara itu, indeks S&P Global Manufacturing PMI diperkirakan kembali naik pada level ekspansi di 50,3 pada September 2026 dari level 49,8.

Di sisi lain, dalam APBN 2027, pemerintah dan DPR sepakat menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp261.5 triliun, atau menurun Rp11.4 triliun dari rencana awal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang mencapai Rp272.94 triliun.

Apabila harga minyak berlanjut meningkat hingga tahun depan, maka berpotensi akan membuat inflasi cenderung bertahan di level tinggi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ihsg-diprediksi-sideways-pasar-cermati-data-ekonomi-global-domestik-dde0d8dc/.

Related

Semua berita Ekonomi