Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026326 berita

IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestikIHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestikSuyudi: Kritik publik jadi peringatan dini untuk benahi PolriHarga Emas Antam Pudar ke Rp2,581 Juta per Gram Awali OktoberFokus 'AI Ready', Telkom Spin-Off Bisnis Fiber Rp85,7 T ke InfraNexiaIHSG Bergerak Dua Arah Pagi IniEmas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian AshrifahCoaltrans Asia 2026 - PTBA tekankan pentingnya kepastian regulasi dan keberlanjutan pasokan batu baraKomisi III Setujui Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Gantikan ListyoBNPB kawal masa transisi darurat ke pemulihan pascagempa di Ngada
Ekonomi

IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestik

Antara 3 menit baca 571 kata
IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestik — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Diperkirakan IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000- 6.200 pada perdagangan Kamis Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan bergerak sideways di tengah pelaku pasar mencermati data-data ekonomi dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka melemah 8,25 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.062,89. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,09 poin atau 0,35 persen ke posisi 599,09.

"Diperkirakan IHSG masih konsolidasi pada kisaran 6.000- 6.200 pada perdagangan Kamis ,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade, yang menyebabkan kenaikan tajam pada biaya pinjaman.

Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS naik menjadi 0,3 persen month to month (mtm) dan 3,4 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, dibandingkan kenaikan 0,1 persen (mtm) dan 3,4 persen (yoy) pada Juli 2026, namun lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,4 persen (mtm) dan 3,7 persen (yoy).

Untuk indeks harga PCE Inti AS, terjadi kenaikan sebesar 0,2 persen (mtm) dan 3 persen (yoy) pada Agustus 2026, atau di bawah angka konsensus sebesar 0,3 persen (mtm) dan 3,3 persen (yoy).

Sementara, untuk estimasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS periode kuartal II-2026 menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Selain itu, laporan bulanan ADP mengenai lapangan kerja sektor swasta menunjukkan penambahan 90.000 lapangan kerja pada September 2026.

"Selanjutnya investor menantikan data indeks ISM Manufacturing AS yang diperkirakan naik pada level 55 pada bulan September 2026 dari level 54,6," ujar Ratna.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang konsensus proyeksikan akan terjadi kenaikan menjadi 0,31 persen (mtm) pada September 2026 dari sebelumnya 0,21 persen (mtm) pada Agustus 2026.

Dengan demikian, secara tahunan inflasi diperkirakan menjadi 3,3 persen (yoy) pada September 2026 dari sebelumnya 3,19 persen (yoy). Untuk inflasi inti diperkirakan juga meningkat menjadi 3 persen (yoy) dari sebelumnya 2,92 persen (yoy).

por diperkirakan melambat menjadi 4,2 persen (yoy) dari sebelumnya 6,05 persen (yoy). Sedangkan impor diperkirakan justru berakselerasi menjadi tumbuh 31,7 persen (yoy) pada Agustus 2026 dari sebelumnya 27,0 persen (yoy) pada Juli 2026.

Sementara itu, indeks S&P Global Manufacturing PMI diperkirakan kembali naik pada level ekspansi di 50,3 pada September 2026 dari level 49,8.

Di sisi lain, dalam APBN 2027, pemerintah dan DPR sepakat menetapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp261.5 triliun, atau menurun Rp11.4 triliun dari rencana awal dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027 yang mencapai Rp272.94 triliun.

Apabila harga minyak berlanjut meningkat hingga tahun depan, maka berpotensi akan membuat inflasi cenderung bertahan di level tinggi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ihsg-diprediksi-sideways-pasar-cermati-data-ekonomi-global-domestik-dde0d8dc/.

Baca juga

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan pagi ini, Kamis (1/10/2026). Indeks saham melemah tipis sejak pembukaan perdagangan di level 6.000-an.

Detik Finance

Semua berita Ekonomi