Suyudi: Kritik publik jadi peringatan dini untuk benahi Polri
Jakarta (ANTARA) - Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan kritik berbasis fakta dari masyarakat merupakan sistem peringatan dini bagi Polri untuk mengetahui berbagai hal yang perlu segera diperbaiki.
"Kritik dan keluhan publik masih kita terima. Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi," kata Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI itu, transformasi Polri, baik secara struktural, instrumental maupun terutama kultural, bukan pekerjaan yang mudah.
Namun, pembenahan perlu dilanjutkan dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga dan memperluas berbagai capaian yang telah dibangun para pendahulu.
Suyudi juga memandang keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai momentum penting untuk mempercepat pembenahan institusi Polri.
Menurut dia, reformasi tersebut bukan untuk melemahkan Polri, melainkan memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.
Komisi Percepatan Reformasi Polri dibentuk pada 2025 dan keanggotaannya diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 122/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Komisi yang diketuai Jimly Asshiddiqie itu telah menyerahkan laporan akhir dan rekomendasi mengenai pembenahan institusi kepolisian kepada Presiden Prabowo Subianto pada 5 Mei 2026.
Sebelumnya, Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Uji kelayakan dan kepatutan tersebut dibuka untuk umum di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, pukul 09.10 WIB oleh Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Suyudi merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR RI.
Sebelum membuka rapat, Habiburokhman mengatakan pimpinan DPR RI menerima surat dari Presiden mengenai usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri pada Rabu (30/9).
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi Editor: Edy Sujatmiko Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/suyudi-kritik-publik-jadi-peringatan-dini-untuk-benahi-polri-86d4d73e/.
Baca juga
Emas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian Ashrifah
Nurisa Dian Ashrifah menjadi srikandi yang mengantar Indonesia membukukan sejarah baru dalam olahraga panahan di Asian Games 2026. Atlet 20 tahun yang turun di nomor individual compound putri itu menjadi yang terbaik di Asian Games 2026.
Coaltrans Asia 2026 - PTBA tekankan pentingnya kepastian regulasi dan keberlanjutan pasokan batu bara
Jakarta (ANTARA) — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menegaskan komitmennya menjaga ketahanan energi nasional dan keandalan pasokan batu bara.
Komisi III Setujui Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Gantikan Listyo
Hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pengganti Listyo Sigit Prabowo. Seluruh anggota Komisi III yang mewakili delapan fraksi di DPR menyetujui nama Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri.
BNPB kawal masa transisi darurat ke pemulihan pascagempa di Ngada
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengawal penetapan status masa transisi darurat menuju pemulihan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memastikan penyaluran dana stimulan perbaikan rumah penyintas gempa magnitudo 7,7 berjalan tepat…