Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026326 berita

Emas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian AshrifahIHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestikSuyudi: Kritik publik jadi peringatan dini untuk benahi PolriHarga Emas Antam Pudar ke Rp2,581 Juta per Gram Awali OktoberFokus 'AI Ready', Telkom Spin-Off Bisnis Fiber Rp85,7 T ke InfraNexiaIHSG Bergerak Dua Arah Pagi IniEmas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian AshrifahCoaltrans Asia 2026 - PTBA tekankan pentingnya kepastian regulasi dan keberlanjutan pasokan batu baraKomisi III Setujui Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Gantikan ListyoBNPB kawal masa transisi darurat ke pemulihan pascagempa di Ngada
Nasional

Emas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian Ashrifah

CNN Indonesia 1 menit baca 180 kata
Emas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian Ashrifah — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Nurisa Dian Ashrifah menjadi srikandi yang mengantar Indonesia membukukan sejarah baru dalam olahraga panahan di Asian Games 2026.

Atlet 20 tahun yang turun di nomor individual compound putri itu menjadi yang terbaik di Asian Games 2026.

Nurisa yang sebelumnya mempersembahkan emas SEA Games 2025 bisa 'naik kelas' dengan mencatatkan prestasi apik di level Asia.

Emas Nurisa di cabang olahraga panahan merupakan yang pertama bagi Indonesia dalam ajang Asian Games. Sebelumnya prestasi terbaik Indonesia di olahraga bidik anak panah ini adalah meraih perak.

Tiga perak yang pernah diraih Indonesia melalui tim recurve beregu putra pada Asian Games 1982, tim recurve beregu putri pada Asian Games 1994, dan Diananda Choirunisa di nomor individual recurve putri pada Asian Games 2018.

Selain tiga perak, atlet panahan Indonesia juga pernah membukukan empat perunggu di pesta olahraga Asia.

Nurisa mengawali langkah menuju podium Asian Games 2026 dengan mengalahkan Chikitha Taniparthi dari India dengan skor 144-143.

Kemudian pada semifinal, Nurisa mengalahkan atlet Korea Selatan Kang Yeonseo dengan skor 147-143.

Pada laga final, Nurisa kembali menunjukkan ketenangan dan akurasi bidikan. Melawan wakil Filipina, Amara Ampayo Cojuangco,Nurisa menang 139-137.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/emas-bersejarah-indonesia-dari-srikandi-bernama-nurisa-dian-ashrifah-da68a33b/.

Baca juga

BNPB kawal masa transisi darurat ke pemulihan pascagempa di Ngada

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengawal penetapan status masa transisi darurat menuju pemulihan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memastikan penyaluran dana stimulan perbaikan rumah penyintas gempa magnitudo 7,7 berjalan tepat…

Antara

Semua berita Nasional