Inggris Tuduh Iran Dalang Teror di Pangkalan AS-RAF, Teheran Membantah
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, membantah tuduhan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, bahwa Teheran mendalangi teror di RAF Fairford akhir pekan lalu.
Itu merupakan pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat dalam operasi melawan Iran.
Araghchi menyebut Inggris salah sasaran dalam menuduh Teheran terlibat. Ia juga menyoroti keputusan kepolisian Inggris membebaskan lima tersangka yang ditangkap di dekat pangkalan tersebut.
"Saya dapat mengonfirmasi keyakinan Iran bahwa pembebasan terduga teroris yang bekerja untuk negara asing benar-benar menjelaskan semuanya," tulis Araghchi melalui X, seperti dikutip Middle East Eye.
"Anda salah sasaran," tambahnya.
Pernyataan itu disampaikan setelah Burnham mengatakan ada "indikasi kuat" bahwa Iran berperan dalam insiden di RAF Fairford.
Burnham menyampaikan klaim tersebut kepada BBC pada Rabu (30/9), sembari menegaskan bahwa penyelidikan polisi masih berlangsung.
"Ada indikasi kuat bahwa Iran berperan dalam apa yang terjadi selama akhir pekan di RAF Fairford. Namun, ini tentu saja masih merupakan penyelidikan polisi yang sedang berlangsung, kompleks, dan serius," kata Burnham.
Burnham mengatakan pemerintah Inggris bekerja sama erat dengan AS dalam penyelidikan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan bukti yang mendasari dugaan keterlibatan Iran maupun rencana yang diduga disiapkan para tersangka.
Burnham hanya mengatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada publik pada waktunya. Pernyataannya menjadi pengakuan terbuka pertama dari pejabat Inggris yang mengaitkan Iran dengan insiden di RAF Fairford.
Insiden tersebut bermula pada Minggu (27/9), ketika polisi menerima laporan mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar RAF Fairford di Gloucestershire.
Lima pria Inggris berusia 20-an kemudian ditangkap di dekat pangkalan. Mereka diduga terlibat dalam persiapan aksi terorisme dan pelanggaran terkait bahan peledak.
Para tersangka sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan pada Senin (28/9).
Polisi kontraterorisme Inggris kemudian melakukan pemeriksaan selama tiga hari, termasuk menggunakan tim penjinak bom. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada bahan peledak yang ditemukan di kendaraan para tersangka.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/inggris-tuduh-iran-dalang-teror-di-pangkalan-as-raf-teheran-membantah-b7631d65/.
Related
China anugerahkan penghargaan persahabatan kepada 50 pakar asing
Beijing (ANTARA) - China pada Rabu (30/9) memberikan penghargaan Chinese Government Friendship Award tahun 2026 kepada 50 pakar asing atas kontribusi luar biasa mereka terhadap pembangunan negara tersebut.
Muhadjir Effendy: Arab Saudi Bolehkan WNA Punya Properti di Sana, Muluskan Proyek Kampung Haji
Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, Muhadjir Effendy, menyambut baik aturan baru pemerintah Arab Saudi soal kepemilikan aset properti di Negeri Dua Tanah Suci itu. Sebab, aturan Arab Saudi bakal memuluskan proyek pembangunan Kampung Haji pemerintah RI di Mekkah.
Trump Ikut Komentari Pesawat Flydubai yang Nyaris Dibajak
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut mengomentari insiden pesawat Flydubai yang nyaris jatuh setelah kopilot diduga menyerang pilot dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.
Nurisa Sumbang Emas untuk RI, Ternyata Masih Mahasiswi di Semarang
Nurisa Sumbang Emas untuk RI, Ternyata Masih Mahasiswi di Semarang Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Nurisa Dian Ashrifah menjadi sorotan setelah berhasil mempersembahkan medali emas kelima untuk Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.