Nurisa Sumbang Emas untuk RI, Ternyata Masih Mahasiswi di Semarang
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Nurisa Sumbang Emas untuk RI, Ternyata Masih Mahasiswi di Semarang Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Nurisa Dian Ashrifah menjadi sorotan setelah berhasil mempersembahkan medali emas kelima untuk Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Atlet panahan yang akrab disapa Hani itu menjadi juara nomor compound individu putri setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco pada pertandingan final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Kamis (1/10/2026).
Nurisa menang tipis dengan skor akhir 139-137. Hasil tersebut sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi panahan Indonesia karena merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang tersebut sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Perjalanan Nurisa menuju medali emas tidak mudah. Pada babak perempat final, ia menyingkirkan pemanah India Chikitha Taniparthi dengan skor 144-143. Kemudian pada semifinal, Nurisa mengalahkan wakil Korea Selatan Kang Yeon-seo dengan skor 147-143.
Di final, Nurisa dan Cojuangco sama-sama mengumpulkan 28 poin pada end pertama. Nurisa kemudian unggul satu angka pada end kedua sebelum keduanya sama-sama mencatat 29 poin pada end ketiga.
Persaingan kembali ketat pada end keempat. Nurisa akhirnya mengunci kemenangan setelah mengumpulkan 29 poin pada end kelima, sementara lawannya mendapat 27 poin. Skor akhir 139-137 memastikan emas jatuh ke tangan Indonesia.
Berawal dari Nonton Film dan Kartun Jauh sebelum berdiri di podium Asian Games, ketertarikan Nurisa terhadap panahan justru bermula dari kebiasaannya menonton film dan kartun.
Mengutip laman resmi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa mulai mencoba olahraga panahan ketika berusia sekitar 11 tahun. Ia tertarik melihat karakter dalam film atau kartun yang menggunakan busur dan anak panah.
Ketertarikan tersebut membuat Nurisa mengikuti ekstrakurikuler panahan di sekolah. Kompetisi pertamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota tingkat sekolah dasar pada 2016.
"Sejak umur 11 tahun, saya sudah mulai mencoba olahraga panahan. Kompetisi pertama yang saya ikuti adalah POPDA Kota tingkat SD di tahun 2016. Saat SMP, saya mulai mendalami dan rutin latihan panahan ini," kata Nurisa, dikutip dari laman Udinus, Kamis (1/10/2026).
Keseriusannya dalam panahan terus berlanjut hingga remaja. Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Nurisa berhasil membawa pulang dua medali perak.
Setahun kemudian, ia meraih medali perunggu pada nomor mixed team compound Asia Cup Leg 2 Singapore 2025. Prestasinya berlanjut pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah 2025. Dalam ajang tersebut, Nurisa mengoleksi tiga medali perak dan satu emas.
Tetap Kuliah di Tengah Kesibukan Jadi Atlet Di luar lapangan, Nurisa tercatat sebagai mahasiswi Program Sarjana Manajemen Udinus. Ia merupakan mahasiswa angkatan 2025.
Kesibukannya sebagai atlet tidak membuat Nurisa meninggalkan kuliah. Ia mengerjakan tugas di sela-sela latihan dan menyesuaikan jadwal latihan dengan perkuliahan.
Menurut Nurisa, panahan tidak hanya membutuhkan kemampuan membidik sasaran. Seorang atlet juga harus memiliki fokus, konsentrasi tinggi, kesabaran, stabilitas, dan kondisi fisik yang kuat. Tantangan lain yang kerap muncul justru berasal dari keraguan terhadap diri sendiri, terutama ketika atlet mulai memasuki shooting line.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/nurisa-sumbang-emas-untuk-ri-ternyata-masih-mahasiswi-di-semarang-53a396a2/.
Related
China anugerahkan penghargaan persahabatan kepada 50 pakar asing
Beijing (ANTARA) - China pada Rabu (30/9) memberikan penghargaan Chinese Government Friendship Award tahun 2026 kepada 50 pakar asing atas kontribusi luar biasa mereka terhadap pembangunan negara tersebut.
Muhadjir Effendy: Arab Saudi Bolehkan WNA Punya Properti di Sana, Muluskan Proyek Kampung Haji
Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, Muhadjir Effendy, menyambut baik aturan baru pemerintah Arab Saudi soal kepemilikan aset properti di Negeri Dua Tanah Suci itu. Sebab, aturan Arab Saudi bakal memuluskan proyek pembangunan Kampung Haji pemerintah RI di Mekkah.
Trump Ikut Komentari Pesawat Flydubai yang Nyaris Dibajak
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut mengomentari insiden pesawat Flydubai yang nyaris jatuh setelah kopilot diduga menyerang pilot dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.
Inggris Tuduh Iran Dalang Teror di Pangkalan AS-RAF, Teheran Membantah
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, membantah tuduhan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, bahwa Teheran mendalangi teror di RAF Fairford akhir pekan lalu. Itu merupakan pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat dalam operasi melawan Iran.