Skip to content

Wednesday, 30 September 2026188 stories

Luas Wilayah KEK RI Kalah dari Malaysia & VietnamWamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus DiperluasIHSG Naik 1%, Ini PenyebabnyaUpdate Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau DiangkatPolisi Bongkar Rumah Produksi Narkoba Etomidate WN China di PIK 2Pemerintah Target Net Zero Emission Lebih Cepat Tercapai pada 20504,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo UtaraTrump, bos teknologi sepakati keamanan Super IntelligenceKemenag salurkan Rp65,2 miliar untuk pemulihan pesantren di AcehTaufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya YTR Mulai Diadili Hari Ini
Economy

Luas Wilayah KEK RI Kalah dari Malaysia & Vietnam

Detik 1 min read 242 kata
Luas Wilayah KEK RI Kalah dari Malaysia & Vietnam — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan luas wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia masih kalah dengan Vietnam dan Malaysia.

Airlangga mengatakan, saat ini, Indonesia hanya memiliki 24 KEK dengan total luas masih di bawah 500 ribu hektare. Sementara luas wilayah KEK dua negara tersebut berada dikisadan 2 juta hektar.

Atas kondisi tersebut, Indonesia kalah agresif dengan Malaysia dan Vietnam dalam pengembangan KEK yang bisa meningkatkan investasi.

"Kita mempunyai 24 kawasan ekonomi khusus. Bandingkan dengan Vietnam dan Malaysia, kawasan ekonomi khususnya sudah lebih dari 2 juta hektare. Di kita masih di bawah 500 ribu. Jadi Vietnam maupun Malaysia itu mereka lebih agresif mendorong kawasan ekonomi khusus," kata Airlangga di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Airlangga mengatakan KEK ini juga mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Di mana pengembangan KEK penting karena kawasan tersebut memiliki tingkat efisiensi investasi yang lebih tinggi dibandingkan secara nasional.

"Dan kawasan ekonomi khusus ini yang selalu disampaikan Bapak Presiden bahwa ICOR secara nasional kita adalah 6% incremental capital output ratio sedangkan negara lain adalah 4%. Oleh karena itu Bapak Presiden mengatakan ekonomi kita sepertiga lebih kurang efisien. Tetapi kalau kita masuk ke kawasan ekonomi khusus maka ICOR-nya baik itu di Morowali ataupun di Wedabai ataupun di Semakai itu IKOR-nya kurang dari 3," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Airlangga menilai pengembangan KEK perlu dilanjutkan sebagai salah satu cara untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Sehingga satu-satunya jalan buat kita untuk memacu pertumbuhan ekonomi adalah dengan melanjutkan pengembangan special economic zone," ungkap Airlangga.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/luas-wilayah-kek-ri-kalah-dari-malaysia-vietnam-dba423f8/.

Related

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I pagi ini Rabu (30/9/2026). IHSG melaju hijau ke 6.185,37 atau naik 1,04% pada pukul 09.30 WIB.

CNBC Indonesia

4,1 ton sianida asal Filipina digagalkan di Gorontalo Utara

Menindaklanjuti informasi terpercaya itu, tim gabungan langsung bergerak dan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melaksanakan penyekatan ketat, baik dari sektor darat maupun laut Gorontalo (ANTARA) - Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal…

Antara

Semua berita Ekonomi