Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Medan Magnet Bumi Diduga Pengaruhi Penuaan, Studi Ungkap RahasianyaIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Technology

Medan Magnet Bumi Diduga Pengaruhi Penuaan, Studi Ungkap Rahasianya

Detik 4 min read 820 kata
Medan Magnet Bumi Diduga Pengaruhi Penuaan, Studi Ungkap Rahasianya — gambar dari Detik Inet
Image from Detik Inet. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Medan magnet Bumi selama ini lebih dikenal sebagai pelindung planet dari partikel bermuatan Matahari. Namun, penelitian terbaru menemukan petunjuk bahwa medan magnet alami Bumi mungkin juga berhubungan dengan proses biologis yang lebih mendasar, termasuk penuaan dan fungsi sel makhluk hidup di Bumi.

Peneliti dari University of Nottingham menemukan bahwa dengan mengurangi hampir seluruh efek medan magnet Bumi di sekitar lalat buah dapat mengubah fungsi mitokondria, produksi radikal bebas, kemampuan bergerak, hingga masa hidupnya.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Aging pada 23 September 2026 dengan judul 'Hypomagnetic fields modulate lifespan, physical ability and mitochondrial metabolism in a Pink1 model of neurodegeneration'.

Namun, ada catatan penting. Penelitian ini dilakukan pada lalat buah jantan (Drosophila melanogaster), bukan manusia. Jadi, hasilnya belum bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa medan magnet Bumi menentukan umur manusia.

Para peneliti menempatkan lalat buah di dalam perangkat pelindung magnet khusus. Medan magnet di dalam perangkat tersebut diturunkan hingga sekitar 0,0056 mikrotesla atau 5,6 nanotesla.

Sebagai perbandingan, medan magnet Bumi secara umum berada di kisaran 25-60 mikrotesla, tergantung lokasi. Kondisi dengan medan magnet yang sangat lemah seperti eksperimen ini disebut hypomagnetic field (HMF).

Peneliti kemudian membandingkan lalat normal dengan lalat yang memiliki mutasi pada gen Pink1. Mutasi pada PINK1 pada manusia diketahui berkaitan dengan bentuk Parkinson yang dapat muncul pada usia relatif muda.

Gen PINK1 berperan dalam menjaga kualitas mitokondria. Ketika fungsinya terganggu, sel lebih sulit membersihkan mitokondria yang rusak. Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi produksi energi dan fungsi sel.

"Kita menjalani seluruh hidup di dalam medan magnet Bumi. Medan ini melewati tubuh kita, sel-sel kita, dan setiap organisme hidup di planet ini, tetapi kita ternyata hanya tahu sedikit tentang apakah dan bagaimana gaya tak kasatmata ini memengaruhi cara kerja sel kita," kata Lisa Chakrabarti, peneliti senior dalam studi tersebut, dikutip dari The Brighter Side News.

Hasil paling menarik muncul pada lalat yang membawa mutasi Pink1. Ketika lalat tersebut ditempatkan dalam kondisi medan magnet sangat lemah selama 20 hari, risiko kematiannya turun sekitar setengah dibandingkan lalat mutan yang tetap berada dalam medan magnet Bumi normal.

Secara keseluruhan, peneliti melaporkan adanya peningkatan masa hidup sekitar 20% pada kelompok lalat mutan tersebut. Namun, hidup lebih lama tidak berarti semua indikator kesehatan membaik.

Lalat mutan yang berada dalam medan magnet sangat lemah justru mengalami penurunan kemampuan memanjat pada sejumlah usia pengamatan. Dengan kata lain, mereka bertahan hidup lebih lama, tetapi performa fisiknya memburuk.

Respons lalat normal bahkan berbeda. Paparan medan magnet yang sangat lemah meningkatkan kemampuan memanjat pada beberapa usia pengamatan, sementara perubahan risiko kematiannya tidak terbukti signifikan secara statistik.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh medan magnet tidak sederhana. Efeknya dapat bergantung pada kondisi biologis organisme. Lalu, apa hubungannya medan magnet dengan penuaan?

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/medan-magnet-bumi-diduga-pengaruhi-penuaan-studi-ungkap-rahasianya-903ae9a7/.

Related

Semua berita Teknologi