Menkeu Suahasil Kenang Frans Seda: Pengabdian Tak Kenal Batas Zaman
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyinggung setiap jabatan ada masa waktunya, namun pengabdian tak mengenal batas zaman.
Hal ini ia lontarkan saat mengenang Menteri Keuangan periode 1966-1968 Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda.
Menurut Suahasil, karena masa kepemimpinan di pemerintahan memiliki tenggat waktu, sudah sepatutnya seorang pejabat publik mampu menjaga relevansi pengabdiannya kepada negara.
"Jabatan itu ada masa waktunya, namun pengabdian tidak pernah mengenal batas zaman," ujar Suahasil dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/10).
Peninggalan bersejarah dari Frans Seda, menurut Suahasil, adalah keberhasilannya meletakkan fondasi sistem keuangan negara sebelum Indonesia menerapkan program Pembangunan Lima Tahun (Pelita).
Suahasil memandang keistimewaan Frans Seda terletak pada kemampuannya menjaga relevansi pengabdian lintas era.
Sosoknya dinilai sukses melewati dinamika Orde Lama dan mengantarkan perekonomian nasional menuju masa transisi Orde Baru pada 1966-1968.
Bahkan, dedikasi tersebut terus berlanjut meski Frans Seda sudah tidak menduduki kursi kementerian.
"Saya bicara dengan banyak sekali senior di Kementerian Keuangan yang merasa mendapatkan masukan pandangan dari Bapak Frans Seda, bahkan sampai beliau wafat," ujar Suahasil.
Suahasil memandang relevansi pengabdian lintas generasi semacam itu merupakan sebuah warisan (legacy) luar biasa yang menjadi cita-cita bagi semua orang.
Sebagai bentuk penghormatan, nama Frans Seda kini diabadikan menjadi salah satu gedung di Kompleks Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta. Gedung tersebut saat ini digunakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
Selain peninggalan fisik, sejarah juga mencatat peran krusial Frans Seda dalam mentransformasi struktur kelembagaan, yakni mengubah Direktorat Jenderal Iuran Negara (DDIN) menjadi cikal bakal berdirinya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/menkeu-suahasil-kenang-frans-seda-pengabdian-tak-kenal-batas-zaman-5989ebe5/.
Related
Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Kamis (1/10) sore. Mata uang Garuda melemah 72 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Ramai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen Baru
Ramai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil & PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen Baru Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkenalkan Wakil Menteri Keuangan 2026-2029 Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman yang akan membantu tugasnya kepada jajaran pegawai Kementerian…
Tablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 Juta
3 menit yang lalu Tablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 Juta Novina Putri Bestari CNBC Indonesia Kamis, 01 Okt 2026 16:23 WIB Samsung resmi meluncurkan tablet terbarunya Galaxy Tab S12 Plus dan Tab S12 Ultra di Indonesia.
Disambut Pejabat Kemenkeu Usai Dilantik, Nurkholisoh: Izin Bergabung
Disambut Pejabat Kemenkeu Usai Dilantik, Nurkholisoh: Izin Bergabung Arrijal Rachman,