Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Miris Nasib Seller TikTok: Saldo Ditahan Kemudian LenyapIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

Miris Nasib Seller TikTok: Saldo Ditahan Kemudian Lenyap

Detik 3 min read 566 kata
Miris Nasib Seller TikTok: Saldo Ditahan Kemudian Lenyap — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Sejumlah penjual TikTok Shop mengadukan masalah pencairan saldo kepada Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI. Mereka mengaku saldo hasil penjualan tidak dapat ditarik hingga akhirnya tercatat menjadi Rp 0.

Salah satu penjual, Mardiah, mengaku kondisi tersebut turut mengganggu kelangsungan usahanya. Ia bahkan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20 karyawan setelah saldo penjualan sebesar Rp 549 juta tidak dapat dicairkan dan kemudian menjadi Rp 0.

"Kerugian imaterial yang saya alami itu modal usaha saya tertahan, saya tidak bisa restock barang, kehilangan kepercayaan dari supplier, reputasi usaha saya buruk, stres, toko harus tutup, dan karyawan saya harus di-PHK. Karyawannya ada 20 saat itu, sudah berhenti," kata Mardiah dalam rapat bersama BAM DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Mardiah kemudian menceritakan awal mula persoalan tersebut. Ia mulai berjualan melalui TikTok Shop pada Agustus 2022 dan mengaku masih bisa melakukan penarikan dana selama beberapa bulan pertama.

Mardiah mulai berjualan melalui TikTok Shop pada Agustus 2022. Menurut keterangannya, saldo masih dapat dicairkan hingga kemudian pada 29 Desember 2022 tidak lagi bisa ditarik, meski saat itu akun miliknya disebut belum memiliki poin pelanggaran.

Ia kemudian mengajukan banding kepada TikTok Shop pada Januari 2023. Namun, Mardiah mengatakan hingga 17 Desember 2024 status pengajuan tersebut masih tercatat dalam proses banding.

Mardiah menyebut pada 6 Februari 2023 saldo yang sebelumnya masih tercantum di akun mulai berkurang hingga akhirnya menjadi Rp 0. Ia mengaku kemudian menerima pemberitahuan mengenai pelanggaran kebijakan.

"Kemudian, 6 Februari, tiba-tiba saldo yang ada di seller itu dinolkan, jadi hilang, jadi Rp 0 dengan tuduhan pelanggaran kebijakan. Sanksi pelanggaran kebijakan. Kemudian, 10 April 2023, notifikasi email masuk dengan tuduhan lagi fake order. Pelanggaran fake order. Jadi, pelanggarannya juga saya dapat, tuduhannya berbeda-beda. Lain tanggal, lain lagi pelanggarannya," beber Mardiah.

Dalam rapat yang sama, Zainal Abidin juga mengaku mengalami persoalan yang sama. Zainal telah berjualan melalui Tokopedia sejak 2019 dan tetap aktif setelah sistem platform tersebut terintegrasi dengan TikTok.

Zainal mengatakan tokonya dinonaktifkan pada 25 April 2026 dengan alasan penyalahgunaan subsidi. Saat itu terdapat saldo sekitar Rp 566 juta yang belum dapat ditarik dan disebut akan ditahan selama tiga bulan.

"Terus, Tokopedia merger sama TikTok itu tahun 2023, sistemnya sudah berubah menjadi sistem TikTok. Penarikan dana cuma sehari satu kali, ya. Terus, saya kan aktif jualan sampai kemarin itu tanggal 25 April 2026, itu tiba-tiba tokok saya dinonaktifkan," terang Zainal.

Namun hingga 25 Juli 2026, saldo tersebut belum dapat dicairkan. Zainal kemudian menghubungi layanan pelanggan pada 5 Agustus untuk meminta kejelasan. Seminggu kemudian atau 12 Agustus 2026, Zainal mengaku saldo sekitar Rp 566 juta tersebut berubah menjadi Rp 0.

"Tanggal 12 Agustus malah saldo saya yang sekitar Rp 566 juta tadi dinolkan, hilang diambil semua, sudah nggak ada sisa. Dari total Rp 566 juta itu langsung ke 0. Saya kan stres langsung ini gimana, kok? Saldo ditahan 3 bulan, setelah 3 bulan nggak ada kejelasan, tanggal 5 Agustus saya tanya kepada CS, tanggal 12 Agustus malah hilang," bebernya.

Zainal mengaku bingung dan tidak mengerti permasalahan yang membuat saldo usahanya ditahan hingga akhirnya hilang. Penjual asal Rembang, Jawa Tengah, itu diketahui berjualan ponsel di TikTok.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/miris-nasib-seller-tiktok-saldo-ditahan-kemudian-lenyap-d66ed49b/.

Related

Semua berita Ekonomi