Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

MITI Ekspansi Tambang Silika, DEWA Buka Peluang Kontrak Baru, dan AALI Bagi DividenIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

MITI Ekspansi Tambang Silika, DEWA Buka Peluang Kontrak Baru, dan AALI Bagi Dividen

Detik 4 min read 816 kata
MITI Ekspansi Tambang Silika, DEWA Buka Peluang Kontrak Baru, dan AALI Bagi Dividen — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Market Overview Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (30/9) berakhir dalam tekanan. IHSG turun 0,83% ke level 6.071,14. Sejumlah saham menjadi penopang pergerakan indeks, di antaranya UNTR yang naik 7,55%, MORA menguat 1,99%, dan EMAS bertambah 2,32%.

Di sisi lain, GOTO menjadi salah satu saham yang mencatat penurunan terbesar dengan koreksi 13,51%. Saham TLKM turun 3,38%, sementara BBCA melemah 1,22%. Aktivitas investor asing juga masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,56 triliun di pasar reguler dan Rp1,61 triliun jika dihitung di seluruh pasar.

Tekanan terjadi di sebagian besar sektor saham. Sebanyak delapan dari 11 sektor berakhir melemah. Sektor teknologi menjadi yang terkoreksi paling dalam, yakni 2,76%. Sementara sektor industri menjadi salah satu sektor yang masih mencatat penguatan dengan kenaikan 1,17%.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak beragam pada perdagangan terakhir. Dow Jones turun 0,86% ke level 50.906, S&P 500 terkoreksi 0,25% ke 7.651, sedangkan Nasdaq naik 0,24% ke level 26.861.

Pelaku pasar juga mencermati mulai berlakunya aktivitas short selling pada 1 Oktober. Saham yang masuk dalam daftar tersebut antara lain ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF. Aktivitas tersebut dapat menambah dinamika perdagangan dan pergerakan harga saham. Sementara itu, ETF EIDO turun 0,85% dan indeks MSCI Indonesia melemah 1,12%.

Berita Emiten 1. PT Mitra Investindo Tbk (MITI) MITI menjalin kerja sama dengan PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA) untuk mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika milik anak usahanya.

Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 29 September 2026. CNEC INA merupakan anak usaha dari China Nuclear Engineering & Construction Corporation, perusahaan milik negara China.

Dalam kerja sama ini, pengembangan konsesi akan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari eksplorasi, studi kelayakan, hingga rekayasa teknis. Kemitraan tersebut juga mencakup peluang dukungan pendanaan untuk mengembangkan konsesi pasir silika MITI yang selama ini belum beroperasi.

Pengembangan tambang silika tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi pasir silika di Indonesia. Berdasarkan data yang menjadi dasar pengembangan industri tersebut, Indonesia memiliki cadangan pasir silika sekitar 7,80 miliar ton.

Rantai hilirisasi pasir silika juga diarahkan menuju industri panel surya. Salah satu tahap pengolahannya adalah menghasilkan wafer silikon solar-grade yang menjadi bahan dasar sel surya. Proses pengolahan hingga tahap tersebut disebut berpotensi meningkatkan nilai tambah material hingga sekitar 1.300 kali lipat.

2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) DEWA melihat peluang untuk memperoleh kontrak baru di luar proyek yang saat ini dikerjakan perseroan. Peluang tersebut ditopang oleh kapasitas operasional berskala besar, ketersediaan armada, kemampuan teknis, serta akses pendanaan.

Hal ini menjadi perhatian setelah pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 365.K/2026. Aturan tersebut mengatur pembatasan penggunaan anak usaha dan afiliasi dari pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) di sektor mineral dan batu bara.

Bagi DEWA, ketentuan tersebut disebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan perseroan. DEWA masih dapat melakukan penyesuaian terhadap struktur perizinan dan operasional untuk menyesuaikan dengan ketentuan tersebut.

DEWA sendiri merupakan kontraktor independen bagi Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia. Keterlibatan perseroan dalam kegiatan tersebut telah dilaporkan dan mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM melalui RKAB tahunan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/miti-ekspansi-tambang-silika-dewa-buka-peluang-kontrak-baru-dan-aali-f5553086/.

Related

Semua berita Ekonomi