Permintaan Domestik Naik, Toyota Indonesia Belum Mau Ekspor Veloz HEV
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memfokuskan produksi Veloz hybrid sepenuhnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik karena tinggi permintaan model tersebut di Indonesia.
I Nyoman Winaya selaku wakil Presiden Direktur PT TMMIN menjelaskan pihaknya telah memproduksi sebanyak 15.737 unit Veloz hybrid.
"Untuk kapasitas produksi di TMMIN pada dasarnya mengikuti permintaan dari konsumen. Kami selalu berusaha menyesuaikan kemampuan produksi dengan kebutuhan pelanggan. Adapun untuk Veloz HEV, dari awal produksi hingga akhir bulan Agustus, kami sudah memproduksi sebanyak 15.737 unit. Untuk proyeksi produksi Toyota Indonesia ke depan tentunya kami berharap bisa terus bertumbuh," ujar Nyoman di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).
Mengenai peluang ekspor, TMMIN belum tergesa-gesa memboyong varian hibrida tersebut ke luar negeri. Menurut Nyoman, fokus saat ini tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.
"Untuk saat ini, Veloz Hybrid masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Ke depan, kami tetap terbuka untuk melihat peluang ekspor, tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, serta permintaan di masing-masing pasar," katanya.
Menurut Nyoma,n model Avanza dan Veloz secara umum masih memegang peranan kunci sebagai penopang utama ekspor Toyota dari Indonesia.
"Sampai dengan bulan Agustus tahun ini, model-model kendaraan Toyota yang diekspor dari Indonesia di antaranya adalah Toyota Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, dan Agya/Wigo, dengan jumlah terbanyak dibukukan oleh Toyota Avanza/Veloz," tutur Nyoman.
Guna mendukung pertumbuhan volume produksi serta integrasi ekosistem kendaraan listrik dan hibrida di masa mendatang, TMMIN juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi komponen intinya.
Hal ini dijelaskan bahwa fasilitas manufaktur baterai HEV yang saat ini terpusat di satu lokasi bakal diperluas.
"Saat ini, produksi HEV battery masih kami fokuskan di Plant 2. Namun, ke depannya, untuk memenuhi kebutuhan produksi, tentunya kami akan melakukan peningkatan kapasitas, salah satunya melalui studi pengembangan HEV Battery Production Line di Plant 1," tutup Nyoman.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/permintaan-domestik-naik-toyota-indonesia-belum-mau-ekspor-veloz-hev-04eb58ff/.
Related
Kabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!
CRISTIANO Ronaldo terancam sanksi berat usai kabur dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas Portugal. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa dilarang bermain enam bulan plus denda sekira 1.000 Euro (setara Rp20,2 juta).
2 Pemain Indonesia yang Diwaspadai Bangladesh!
Timnas Bangladesh akan dijamu Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Tigers of Bengal mewaspadai dua pemain Skuad Garuda. Indonesia vs Bangladesh akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga itu kickoff pada Kamis (1/10/2026), pukul 19.30 WIB.
Masih Ingat Chris Smalling yang Dulu Bermain untuk MU?
Liputan6.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Chris Smalling, akhirnya menemukan klub baru setelah beberapa bulan berstatus tanpa klub. Bek tengah berusia 36 tahun itu resmi bergabung dengan Porto, pemuncak klasemen Liga Portugal.
GAC Akuisisi Saham FAW Toyota, Strategi Baru Mulai Terungkap
Liputan6.com, Jakarta - GAC Group berencana mengambil alih 50 persen saham di perusahaan patungan FAW dan Toyota di China. Langkah ini membuat GAC menggantikan China FAW Group Corporation, sebagai mitra Toyota di perusahaan patungan tersebut, dengan tujuan menyederhanakan…