Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin ProduktifIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif

Detik 2 min read 364 kata
Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional.

Terlebih potensi penyimpanan CO₂ nasional kurang lebih mencapai 578 gigaton yang tersebar di 20 cekungan (basin) produktif.

Hingga saat ini, PHE telah menjalankan 10 program dengan total injeksi mencapai 5.671 ton CO₂ ekivalen. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan injeksi CO₂ pertama di Lapangan Sukowati yang telah diselesaikan pada Desember 2023, dan dilanjutkan dengan studi uji coba interwell CO₂ Enhanced Oil Recovery (EOR) pada tahun 2025.

Selain proyek skala pilot, PHE bersama ExxonMobil tengah mengembangkan proyek CCS Hub pertama berskala regional di Asri Basin. Proyek ini dirancang secara terintegrasi mencakup pengangkutan Liquid CO₂ (LCO₂), terminal penerimaan, pipa lepas pantai, sumur injeksi, hingga fasilitas penyimpanan.

Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, menjelaskan khusus Asri Basin, potensi penyimpanannya diperkirakan mencapai sekitar 2,9 gigaton. Lokasi Asri Basin yang berada di lepas pantai dekat dengan pusat emisi domestik serta memiliki akses pelayaran strategis menjadikannya prioritas utama pengembangan injection hub CO₂.

"Asri CCS Hub menggabungkan skala penyimpanan yang masif, lokasi strategis, serta konsep rantai transportasi dan penyimpanan yang lengkap. Tempat penyimpanan yang baik secara teknis juga harus layak secara komersial dan siap secara institusional. Kerangka regulasi pendukung di Indonesia telah tersedia, dan tugas kita bersama adalah mewujudkannya menjadi proyek yang dapat diimplementasikan serta bankable," ujar Danif dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Kesiapan Indonesia juga didukung oleh regulasi yang makin matang. Sejak tahun 2023, Indonesia telah menerbitkan berbagai kerangka kerja mulai dari Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023, Peraturan Presiden No. 14/2024 tentang CCS Cross-Border, hingga regulasi pendukung terkait nilai ekonomi karbon dan tata kelola unit karbon.

Melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan di Korea Selatan, termasuk penghasil emisi, perusahaan pelayaran, penyedia teknologi, dan investor, PHE optimistis Asri CCS Hub dapat menjadi platform injeksi karbon prioritas yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara.

Pertamina Hulu Energi akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa menjunjung tinggi integritas melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta upaya pencegahan fraud untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pertamina-genjot-teknologi-carbon-capture-bidik-20-basin-produktif-eb7b9f81/.

Related

Semua berita Ekonomi