Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Suyudi Dinilai Tak Perlu Buat Program Baru usai Jadi Kapolri, Pengamat: PR-nya Sudah JelasIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
National

Suyudi Dinilai Tak Perlu Buat Program Baru usai Jadi Kapolri, Pengamat: PR-nya Sudah Jelas

Tribun 2 min read 345 kata
Suyudi Dinilai Tak Perlu Buat Program Baru usai Jadi Kapolri, Pengamat: PR-nya Sudah Jelas — gambar dari Tribun
Image from Tribun. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Pergantian Kapolri Suyudi Dinilai Tak Perlu Buat Program Baru usai Jadi Kapolri, Pengamat: PR-nya Sudah Jelas Bambang Rukminto mengatakan masih banyak PR yang ditinggalkan Listyo Sigit usai tak lagi jadi Kapolri. Suyudi dianggap tak perlu program baru.

- Pengamat kepolisian dari ISESS Bambang Rukminto mengatakan bahwa Jenderal Suyudi Ario Seto tidak perlu membuat program baru setelah resmi dilantik menjadi Kapolri.

- Menurutnya, masalah yang ditinggalkan oleh Kapolri yang lama yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih banyak yang perlu dibenahi.

- Di antaranya yakni terkait netralitas, penegakkan hukum, serta meritokrasi.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mengungkapkan bahwa Jenderal Suyudi Ario Seto tidak perlu untuk membuat program baru setelah resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia resmi menjadi Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Sementara, Listyo Sigit telah mengemban jabatan baru yakni sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman yang kini menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam).

Bambang mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh Listyo Sigit selama menjabat sebagai Kapolri dalam kurun waktu hampir enam tahun.

Di antaranya adalah terkait pengawasan, netralitas, hingga penegakkan hukum.

"Suyudi tidak perlu sibuk mencari program baru. Pekerjaan rumahnya sudah jelas yaitu membersihkan internal Polri, membangun meritokrasi, memperkuat pengawasan, menata penugasan di luar struktur, menjaga netralitas, dan memastikan penegakkan hukum yang akuntabel," jelasnya kepada Tribunnews.com redaksi Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).

Di sisi lain, Bambang turut menyoroti rekam jejak Suyudi selama bertugas di tubuh Polri.

Dia mengatakan bahwa Suyudi memiliki pengalaman di bidang reserse, kewilayahan, dan lintas lembaga.

Menurutnya, pengalaman Suyudi tersebut bisa menjadi modal untuk memperbaiki kinerja dan citra Polri di mata publik.

"Kombinasi ini relevan untuk menghadapi kejahatan konvensional maupun transnasional sekaligus memperkuat koordinasi lintas institusi." "Selain itu, Suyudi juga dikenal sebagai jenderal muda yang tentunya melek dengan era teknologi informasi saat ini," ujarnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/suyudi-dinilai-tak-perlu-buat-program-baru-usai-jadi-kapolri-pengamat-5c199c02/.

Related

64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di Unej

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 64 mobil dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia siap bersaing dalam kompetisi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, pada Kamis hingga Minggu (4/10).

Antara

Semua berita Nasional