Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Telkom Rampungkan Spinoff InfranexiaIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

Telkom Rampungkan Spinoff Infranexia

CNBC Indonesia 1 min read 274 kata
Telkom Rampungkan Spinoff Infranexia — gambar dari CNBC Indonesia
Image from CNBC Indonesia. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Telkom Rampungkan Spinoff Infranexia Jakarta, CNBC Indonesia - Telkom resmi merampungkan spin-off bisnis infrastruktur Infranexia dengan nilai transaksi hampir Rp 49,9 triliun. Ini disampaikan oleh Direktur Utama Nanang Hendarno usai RUPSLB yang dilakukan Rabu (30/9/2026).

"Alhamdulillah, hari ini Telkom telah memperoleh persetujuan dari Pemegang Saham independen dalam RUPSLB atas aksi korporasi pemisahan bisnis dan aset wholesale fiberconnectivity ke infranexia," kata Nanang Dia menjelaskan persetujuan ini jadi landasan pihak perseroan menyelesaikan proses pemisahan. Inisiatif ini juga menjadi TLKM 30 yakni pilar ketiga mengenai unlocking value untuk memonetisasi aset bernilai tinggi dan mengoptimalkan pengelolaan, meningkatkan nilai dan peluang pertumbuhan lebih besar.

"Inisiatif ini merupakan implementasi nyata membangun struktur bisnis Telkom Group yang semakin fokus, efisien dan adaptif bagi perkembangan industri," dia menuturkan.

Infranexia mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur milik Telkom. Nanang mengatakan adanya peluang untuk meningkatkan utilitas asetnya, memperluas infrastruktur sharing dan kemitraan strategis, dan membuka akses bagi banyak pelaku industri.

"Langkah ini juga merupakan transisi Telkom dari operating holding menjadi strategic holding dengan model hold-go dan opt-go-nya," ungkapnya.

Dia mengharapkan Infranexia menjadi salah satu katalis untuk sumber pendapatan Telkom. Termasuk berkontribusi pada kinerja.

"Menjadi salah satu katalist bagi sumber pendapatan Telkom Group, menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi yang semakin kuat terhadap kinerja serta deliveration bagi pemegang saham dan seluruh pemegang kepentingan," dia menambahkan.

Karena Infranexia masih di bawah Telkom Group, Nanang mengatakan pengelolaan dan aset tetap berada di bawah pengawasan perseroan. Dia memastikan aset bakal dikelola dengan kehati-hatian dan ketat.

"Jadi seluruh aset strategis akan dikelola berdasarkan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang ketat untuk memastikan genggali strategis, kepentingan nasional serta keberlanjutan bisnis tetap terjaga dengan baik," kata Nanang.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/telkom-rampungkan-spinoff-infranexia-d83d38d4/.

Related

Semua berita Ekonomi