Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Ada Memar di Perut dan Kaki Bocah Pemalang Tewas Usai Di-bully Kakak KelasPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Nasional

Ada Memar di Perut dan Kaki Bocah Pemalang Tewas Usai Di-bully Kakak Kelas

Detik 2 menit baca 343 kata
Ada Memar di Perut dan Kaki Bocah Pemalang Tewas Usai Di-bully Kakak Kelas — gambar dari Detik
Gambar dari Detik. Ringkasan oleh Zona News.

Bocah bernama Aqib (7) meninggal setelah diduga dirundung (bullying) kakak kelasnya di Kebondalem, Pemalang. Siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem itu sempat dirawat selama 9 hari di rumah sakit dan kesulitan berjalan.

Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengungkapkan putranya itu dirawat di RSUD Dr Azhari Pemalang sejak Kamis (17/9), sebelum kemudian pulang 9 hari kemudian. Namun, korban akhirnya meninggal saat hendak kembali dibawa ke rumah sakit, Rabu (30/9) sore.

"Hari Kamis tanggal 17 kemarin, selama 9 hari dirawat di rumah sakit. Pulang dari rumah sakit 3 hari, kemudian kemarin berniat dibawa ke rumah sakit kembali, tapi seperti itu (meninggal)," kata Diah ditemui di rumah duka, seperti dilansir detikjateng Kamis (1/10/2026).

Diah melanjutkan, anaknya berubah dari yang awalnya ceria menjadi pendiam. Selain itu, dia hanya menceritakan secara utuh perundungan yang dialaminya kepada dokter yang memeriksanya.

"Cuma saya merasa udah beda dari pola makan sama pola setiap hari. Anak itu biasanya ceria tapi berubah, pendiam," katanya.

"Dia baru bercerita itu setelah diperiksa sama dokter, baru dia cerita," tambah Diah.

Ia mengatakan, di perut dan kaki putranya terdapat luka memar. "Memar di perut dan kaki, warna biru-biru lebam," katanya.

"Tiga hari di rumah, anak merasakan sakit-sakit, mengeluhkan perut sakit." imbuh Diah.

Ia juga menyatakan anaknya juga sulit berjalan karena kondisi kaki dan perutnya tersebut.

"Kalau diangkat juga mengeluh sakit," katanya.

Meninggal dalam Perjalanan ke RS Setelah tiga hari dibawa pulang, Diah berujar kondisi Aqib semakin parah. Karena itu, mereka kembali membawanya ke dokter pada Rabu.

Namun, dalam perjalanan, ternyata anaknya sudah meninggal.

"Harapan kami selaku orang tua udah cukup Aqib saja. Yang lain jangan. Mungkin saya ikhlas enggak ikhlas, karena (anak) enggak sakit nggih. Jadi kan saya merasa... Kok enggak sakit, kok tiba-tiba kayak gitu," ungkap Diah.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, berkata pihaknya sudha mendapat laporan soal dugaan bullying itu. Jenazah Aqib diautopsi di RSUD M Azhari.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ada-memar-di-perut-dan-kaki-bocah-pemalang-tewas-usai-di-bully-kakak-020c2eb3/.

Baca juga

VIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape Etomidate

VIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape Etomidate CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Jumat, 02 Okt 2026 11:48 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar tiga pabrik rumahan yang memproduksi vape etomidate dari sebuah perumahan dan…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional