Aksi Siswa Prancis Tuntut Perbaikan Pendidikan Meluas, Guru Akan Ikut
Para siswa sekolah menengah atas (SMA) atau lycee menjadi motor gerakan menuntut perbaikan sistem pendidikan di Prancis beberapa waktu terakhir.
Aksi para siswa itu pun meluas ke seantero negeri yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron tersebut. Setidaknya di tiga belas kota, dari bagian barat yakni Brest dan Rennes hingga Strasbourg dan Toulon di bagian timur, termasuk Paris yang merupakan ibu kota negara. Mengutip dari AFP, dari total 3.700 lycee di negara tersebut, sebanyak 735 sekolah terdampak.
Bukan cuma meluas, aksi itu pun memanas sehingga di beberapa daerah dilaporkan terjadi bentrok dengan petugas kepolisian.
Rencana pemangkasan anggaran, yang memperparah krisis pendanaan di sektor pendidikan, telah memicu ketidakpuasan tersebut.
Mengutip dari Reuters, bukan cuma siswa sekolah, para guru yang tergabung dalam serikat pun sudah merencanakan untuk berunjuk rasa menuntut perbaikan sistem perbaikan di negara tersebut.
Kantor berita itu mewartakan serikat pekerja menyerukan aksi mogok kerja bagi para guru pada Selasa, satu minggu setelah pegawai sektor publik melakukan aksi serupa.
"[Kerusuhan dan aksi kekerasan terkait aksi itu] sangat disayangkan, namun... ketika tuntutan tidak didengar selama bertahun-tahun, dan mengingat konteks politik serta geopolitik yang ada, terdapat berbagai kondisi yang membuat... para siswa berada dalam kecemasan yang nyata," ujar seorang guru bernama Sandra Champain-Seller, dikutip Sabtu (3/10).
Mengutip dari Aljazeera, puluhan ribu pekerja publik--termasuk guru dan tenaga kesehatan--selama beberapa hari terakhir juga telah melakukan aksi di sejumlah kota di seluruh Prancis dengan tuntutan upah yang lebih tinggi.
Dalam aksi mogok kerja tengah pekan ini, serikat pekerja gabungan mengklaim setidaknya 300 ribu orang terlibat pada Selasa lalu. Untuk di Paris, klaimnya, mencapai 30 ribu.
Para pekerja juga menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan menyatakan kemarahan atas rencana pemotongan anggaran oleh pemerintah.
AFP, yang merupakan kantor berita Prancis, melaporkan pada Jumat lalu serikat pekerja dan siswa menyatakan para pengunjuk rasa untuk terus menekan pemerintah dan menggelar aksi baru pada Selasa pekan depan.
"Para siswa SMA mengharapkan langkah-langkah konkret dari pemerintah ini, dan sejauh ini kami belum mendapatkannya," kata pemimpin serikat siswa SMA, Ryad Rani, Jumat (2/10), dikutip dari AFP.
Aksi para siswa sekolah terjadi dua hari sebelum pemerintah Prancis dijadwalkan memaparkan rancangan anggaran. Menurut pihak serikat pekerja, pemerintah mengusulkan pembekuan gaji pokok pegawai negeri pada tahun 2027 demi menghemat 2 miliar euro (sekitar Rp40,27 triliun).
Dalam aksinya, para siswa di sejumlah daerah memblokade akses ke sekolah menengah mengungkapkan kemarahan mereka.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/aksi-siswa-prancis-tuntut-perbaikan-pendidikan-meluas-guru-akan-ikut-ae4993f6/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.