Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

200 Orang Diperiksa di RS usai Peneliti Tewas di Lab Akibat VirusVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

200 Orang Diperiksa di RS usai Peneliti Tewas di Lab Akibat Virus

CNN Internasional 1 menit baca 246 kata
200 Orang Diperiksa di RS usai Peneliti Tewas di Lab Akibat Virus — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Hampir 200 orang di wilayah Irkutsk, Siberia Timur, Rusia, kini menjalani pemantauan medis setelah seorang peneliti di lembaga penelitian anti-wabah jatuh sakit dan meninggal dunia.

Sebanyak 189 orang dilaporkan berada dalam pengawasan medis karena diduga terpapar wabah pes. Namun, otoritas Rusia hingga kini belum memastikan bahwa kematian peneliti tersebut disebabkan oleh wabah pes.

Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, mengatakan seorang pegawai perempuan di lembaga penelitian anti-wabah di Irkutsk telah meninggal setelah jatuh sakit.

Sementara itu, badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan pegawai tersebut didiagnosis mengalami pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui.

Rospotrebnadzor mengatakan kondisi sanitasi dan epidemiologi di wilayah Irkutsk, termasuk Kota Irkutsk dan Shelekhov, masih stabil.

Badan tersebut juga menyatakan hasil pemeriksaan lebih lanjut belum menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan pegawai tersebut.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan media lokal pada Jumat (2/10). Seorang pegawai lembaga anti-wabah berusia 27 tahun disebut jatuh sakit setelah kembali dari perjalanan dinas ke Buryatia.

Media Rusia, Mash, melaporkan pegawai tersebut diduga mengalami pneumonia yang berkaitan dengan wabah pes. Buryatia sendiri sebelumnya melaporkan adanya wabah di wilayah dekat perbatasan Rusia dengan Mongolia.

Laporan mengenai kasus tersebut turut mendapat perhatian Amerika Serikat. Gedung Putih disebut sedang memantau perkembangan kasus dan langkah karantina yang diterapkan Rusia.

Seorang pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa pemerintah AS telah mengetahui dan memantau situasi tersebut serta sedang mengevaluasi sejumlah opsi.

Kementerian Kesehatan Rusia, pemerintah Moskow, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNBC.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/200-orang-diperiksa-di-rs-usai-peneliti-tewas-di-lab-akibat-virus-6024fd40/.

Baca juga

Semua berita Internasional