Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

PM Jepang Sanae Mulai Rayu China sebagai Tetangga Penting, Ada Apa?VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

PM Jepang Sanae Mulai Rayu China sebagai Tetangga Penting, Ada Apa?

CNN Internasional 2 menit baca 433 kata
PM Jepang Sanae Mulai Rayu China sebagai Tetangga Penting, Ada Apa? — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mulai merayu dan memuji China sebagai salah satu "tetangga penting" bagi Tokyo.

Sanae juga berjanji akan membangun relasi yang stabil antara kedua negara yang selama ini menjadi rival terkait kebijakan luar negeri.

Pernyataan Sanae itu disebut sebagai upayanya untuk meredakan ketegangan dengan China karena sejumlah kebijakan dan pernyataannya tentang kebijakan Tokyo terkait Beijing.

"China adalah tetangga penting, dan terlepas dari berbagai kesulitan, kami telah membangun hubungan yang telah terjalin lama selama bertahun-tahun," kata Takaichi dalam pidato kebijakannya di hadapan parlemen, Senin (5/10).

"Kami akan berupaya memastikan komunikasi mengenai tantangan bersama, mendorong dialog untuk melindungi kepentingan nasional kami, serta membangun hubungan yang konstruktif dan stabil," lanjutnya.

Namun, Sanae menegaskan Jepang tetap akan mempertahankan kepentingan nasionalnya. Ia juga mengatakan Tokyo akan meminta China menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai upaya Sanae untuk meredakan ketegangan dengan Beijing. Hubungan Jepang dan China memburuk setelah Sanae pada November lalu mengisyaratkan Tokyo dapat ikut campur jika China menyerang Taiwan.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak campur tangan negara lain dalam isu tersebut.

Ketegangan antara kedua negara kemudian meningkat. China bahkan memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Jepang pada tahun lalu.

Beijing juga memberlakukan sejumlah pembatasan perdagangan yang dilaporkan berdampak pada pasokan mineral tanah jarang ke perusahaan-perusahaan Jepang. Mineral tersebut menjadi bahan penting bagi berbagai perusahaan Jepang.

Upaya Sanae memperbaiki hubungan dengan China muncul setelah diplomat tinggi China pekan lalu mengatakan hubungan kedua negara masih dapat kembali dinormalisasi.

Pernyataan itu disampaikan ketika diplomat China tersebut bertemu dengan mantan menteri luar negeri Jepang yang memimpin delegasi perdagangan ke Beijing.

Meski berusaha memperbaiki hubungan dengan China, Sanae tetap menghadapi sejumlah tantangan di dalam negeri.

Inflasi yang meningkat dan kekhawatiran pasar terhadap utang Jepang menjadi persoalan utama pemerintahannya. Kebijakan belanja pemerintah yang ekspansif sebelumnya juga sempat mengguncang pasar.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pm-jepang-sanae-mulai-rayu-china-sebagai-tetangga-penting-ada-apa-3a498511/.

Baca juga

Semua berita Internasional