Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Angkasa Pura Buka-bukaan Alasan Lepas Kelola Bandara Dhoho KediriIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Ekonomi

Angkasa Pura Buka-bukaan Alasan Lepas Kelola Bandara Dhoho Kediri

CNN Ekonomi 2 menit baca 368 kata
Angkasa Pura Buka-bukaan Alasan Lepas Kelola Bandara Dhoho Kediri — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

PT Angkasa Pura Indonesia mengungkap alasan tidak lagi ikut mengoperasikan Bandara Dhoho Kediri menyusul langkah perusahaan menandatangani Perjanjian Pengakhiran Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Surya Dhoho Investama.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia Agus Hariyadi menjelaskan pengakhiran KSO tersebut merupakan permintaan dari pihak PT Surya Dhoho Investama.

Menurut dia, langkah tersebut diambil lantaran pihak PT Surya Dhoho Investama ingin mengembangkan bandara secara mandiri.

"Ini permintaan dari mereka (karena) mungkin (ingin) mengembangkan sendiri," ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10).

Agus menegaskan pengakhiran kerja sama operasional ini bukan karena adanya wanprestasi di antara dua perusahaan. Ia memastikan tidak ada pihak yang gagal memenuhi isi perjanjian awal.

Lebih lanjut, ia turut menyoroti kondisi operasional Bandara Dhoho yang diakuinya masih menghadapi tantangan. Ia mengungkap volume lalu lintas penerbangan (traffic) di bandara tersebut belum maksimal.

Kondisi tersebut diperparah oleh tren industri penerbangan yang mengalami depresiasi akibat berbagai faktor, terutama karena gepolitik.

"Kalau boleh dikatakan, jujur memang secara trafik belum maksimal, apalagi dalam situasi terakhir setelah kondisi penerbangan ini sedang terdepresiasi karena berbagai faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi geopolitik," ujar Agus.

Ia menjelaskan ketegangan geopolitik global memicu lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur. Naiknya harga avtur yang mendominasi total komponen biaya operasional maskapai pada akhirnya sangat memengaruhi tingkat lalu lintas penerbangan.

Adapun menyusul keluarnya perusahaan dari Bandara Dhoho Kediri, Agus mencatat per 1 Oktober 2026 PT Angkasa Pura Indonesia kini mengelola 36 bandara di Tanah Air.

Penandatanganan Perjanjian Pengakhiran KSO antara PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Surya Dhoho Investama diteken pada 31 Agustus.

Perjanjian tersebut mengatur penyelesaian hak dan kewajiban para pihak, pelaksanaan masa transisi, penyerahan dokumen dan aset, serta peralihan tanggung jawab operasional.

Kementerian Perhubungan menegaskan pengakhiran Perjanjian KSO antara PT Angkasa Pura Indonesia dengan PT Surya Dhoho Investama bukan merupakan penghentian operasional Bandar Udara Dhoho Kediri.

Bandara Dhoho Kediri tetap menjadi bagian dari sistem transportasi udara nasional. Pengelolaannya ditetapkan kepada PT Surya Dhoho Investama.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/angkasa-pura-buka-bukaan-alasan-lepas-kelola-bandara-dhoho-kediri-76212ba0/.

Baca juga

Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata

Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…

Detik

Semua berita Ekonomi