Aulia Sarah Ngaku Susah Akting Jadi OKB dan Cewek Alfa di Film Dewi Siluman Ular
- Aulia Sarah berperan sebagai Rahma, istri pertama Dedi, di film horor Dewi Siluman Ular.
- Ia menantang diri memerankan karakter OKB dan cewek alfa yang berbeda dari dirinya.
- Aulia Sarah membela Rahma, menyebutnya tidak matre, hanya menuntut tanggung jawab suami.
Liputan6.com, Jakarta - Nama Aulia Sarah meroket lewat peran sebagai Badarawuhi di film KKN di Desa Penari. Kini ia berperan sebagai istri pertama di film horor yang memiliki unsur ular juga yakni Dewi Siluman Ular.
Pada konferensi pers trailer dan poster film Dewi Siluman Ular yang diadakan di kawasan Jakarta pada (1/10/2026), Aulia Sarah berbagi cerita tentang karakternya di film horor baru itu.
“Aku jadi Rahma jadi istrinya Dedi. Aku senang banget aku dikasih karakter jadi istri pertama. Yang challenging buat aku adalah aku harus jadi OKB ya,” kata Aulia Sarah.
Aktris berbakat itu menyebut perannya sebagai Rahma tidak familiar baginya, sehingga dirinya bisa mengambil pelajaran baru dalam kehidupannya.
“Jadi OKB, terus aku harus jadi cewek-cewek alfa gitu yang sangat gak Aulia Sarah banget. Jadi aku belajar nih buat kehidupan pribadi, ‘Oh begini cewek alfa’. Tantangan dan keseruannya lebih ke situ. Terus alhamdulillah-nya juga yang jadi suami aku Derby yang aslinya juga kocak banget ya,” sebutnya.
Rahma Hanya Ingin Tanggung Jawab Suami Menjadi istri pertama Dedi yang diceritakan sebagai Orang Kaya Baru (OKB) yang memiliki banyak mau, Aulia Sarah sebut bahwa ia paham dan menganggap sikap Rahma lumrah.
“Menurut aku wajar banget gitu. Dia tuh sebenarnya perempuan pada umumnya aja. Manusia pada umumnya yang bukan hitam, bukan putih, abu-abu gitu. Dia menuntut kewajiban dari suaminya gitu karena kan punya anak dua, tanggung jawab dong gimana nih gitu,” ucap sang aktris.
Rahma Tidak Matre Dikisahkan sebagai perempuan yang banyak menuntut dan disebut matre, Aulia Sarah memberikan pembelaannya pada karakter Rahma yang mencintai keluarganya.
“Tapi sebenarnya Rahma sendiri kalau misalnya dibilang matre juga enggak. Kalau misalnya dia matre, Dedi udah ditinggalin pas kere-kerenya ‘Udah lah gue tinggalin aja cari aja suami baru’ gitu kan. Jadi sebenarnya dia cinta keluarga cuman ‘ya udah mana hak gue’ gitu. Kelihatannya galak,” pungkasnya.
Sinopsis Dewi Siluman Ular Rasa takut kehilangan keluarga tercinta berefek kepada kewarasan Dedi. Di ujung keputusasaan akibat teror utang dan biaya rumah sakit lantaran istrinya harus menjalani operasi caesar, Dedi memilih jalan pintas mistis dengan menikah dengan siluman ular tanpa peduli harga mengerikan yang harus dibayar kemudian.
Film yang dibintangi Anya Geraldine, Derby Romero, Aulia Sarah, serta Aghniny Haque ini akan tayang 12 November mendatang di bioskop tanah air.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/aulia-sarah-ngaku-susah-akting-jadi-okb-dan-cewek-alfa-di-film-dewi-bf27ca83/.
Baca juga
Profil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas Cibinong
PROFIL dan pendidikan Mashudi menarik diulas. Sebab, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ini resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Aghniny Haque Semangat Bintangi Film Dewi Siluman Ular, Skenarionya Ditulis Sang Idola
- Film Dewi Siluman Ular diangkat dari kisah nyata podcast, dibintangi aktor ternama. - Aghniny Haque memerankan Lela, karakter lemah lembut yang menantang baginya. - Dedi menikahi siluman ular karena utang dan biaya medis, menjadikan Lela korban.
Margarito Kamis Heran Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masih Disidangkan MK
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mempertanyakan mengapa gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih disidangkan Mahkamah Konstitusi.
Fitri Salhuteru Prihatin Richard Lee Masuk Bui: Semoga Jadi Penggugur Dosa
JAKARTA - Fitri Salhuteru prihatin melihat kondisi Richard Lee sejak masuk jeruji besi akibat kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang dilaporkan Doktif.