Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Awas! Pesta Pasar Kripto Berpotensi TergangguAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Ekonomi

Awas! Pesta Pasar Kripto Berpotensi Terganggu

CNBC Indonesia 3 menit baca 662 kata
Awas! Pesta Pasar Kripto Berpotensi Terganggu — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Awas! Pesta Pasar Kripto Berpotensi Terganggu Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto bergerak bervariasi pada perdagangan Minggu (4/10/2026). Bitcoin masih bertahan mendekati US$85.000, tetapi penguatannya mulai terbatas setelah pemulihan tajam sejak pertengahan September.

Berdasarkan tangkapan layar CoinMarketCap, Bitcoin berada di US$84.777,58, naik 0,17% dalam 24 jam terakhir dan 0,61% dalam sepekan. Ethereum menguat 0,57% menjadi US$2.692,70, sementara BNB naik 2,08% ke US$784,72.

Namun, penguatan belum merata. XRP, Hyperliquid, dan Dogecoin masih melemah secara mingguan. Zcash bahkan terkoreksi 20,11% dalam sepekan, menunjukkan tekanan pada sejumlah aset setelah reli sebelumnya.

Perbedaan tersebut mengindikasikan investor mulai lebih selektif. Bitcoin mampu mempertahankan harga, tetapi pemulihannya belum diikuti seluruh pasar sehingga belum cukup untuk menyimpulkan dimulainya reli kripto secara luas.

Data Tenaga Kerja Mengurangi Tekanan The Fed Sentimen positif datang dari perlambatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat penambahan pekerjaan nonpertanian September hanya 29.000, turun dari 133.000 pada Agustus setelah revisi.

Tingkat pengangguran naik dari 4,1% menjadi 4,2%, sementara pertumbuhan upah terbatas sebesar 0,1% secara bulanan. Kondisi tersebut memperkuat alasan bagi The Fed untuk menunggu sebelum kembali menaikkan suku bunga.

Menurut laporan Reuters pada Jumat (2/10/2026), peluang suku bunga tetap pada pertemuan Oktober mencapai sekitar 80%. Namun, peluang kenaikan Desember masih sekitar 86% berdasarkan data LSEG.

Artinya, pasar memperoleh ruang bernapas dalam jangka pendek, tetapi risiko pengetatan belum hilang. Ekspektasi jeda kenaikan bunga juga tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai sinyal pemangkasan.

Bagi Bitcoin, kondisi ini membantu menjaga selera risiko. Namun, keberlanjutan kenaikan tetap membutuhkan permintaan baru, bukan hanya optimisme bahwa The Fed akan menunda langkah berikutnya.

Yield Tinggi dan Arus ETF yang Berfluktuasi Tekanan masih datang dari pasar obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun tercatat sekitar 5,28% dalam laporan Reuters pada Jumat, setelah sempat turun merespons data pekerjaan.

Tingginya yield meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dan biaya peluang memegang Bitcoin. Kondisi tersebut dapat membatasi reli apabila tidak diimbangi pembelian baru yang kuat.

Sementara itu, data Farside menunjukkan arus ETF Bitcoin spot mulai berfluktuasi. Dana masuk US$66,2 juta pada 29 September, berbalik keluar US$148,7 juta pada 30 September, kemudian kembali masuk US$102,7 juta pada 1 Oktober.

Pola tersebut belum menunjukkan investor meninggalkan Bitcoin secara besar-besaran. Namun, pembelian institusi belum berjalan konsisten. Jika permintaan melemah ketika pemegang lama mengambil keuntungan, Bitcoin dapat terkoreksi meskipun pandangan jangka panjangnya tetap positif.

Outlook: Bullish, Short Taktis Mengincar US$70.000-US$78.000 Pandangan keseluruhan tetap bullish, tetapi Bitcoin berpotensi mengalami koreksi sebelum melanjutkan kenaikan. Pemulihan tajam sebelumnya, penguatan mingguan yang mulai terbatas, dan tekanan yield menjadi alasan untuk mewaspadai aksi ambil untung.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/awas-pesta-pasar-kripto-berpotensi-terganggu-705c37bb/.

Baca juga

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun Jakarta, CNBC Indonesia - Entitas perusahaan milik Haji Isam, yaitu PT Jhonlin Baratama telah mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low dengan…

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi