Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonya
Jakarta (ANTARA) - Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Selain sebagai pendorong energi di pagi hari, minuman ini sering kali dipromosikan sebagai agen pembakar lemak alami yang ampuh.
Produk suplemen penurun berat badan pun hampir selalu mencantumkan kafein sebagai bahan utamanya. Namun, seberapa efektifkah kopi dalam membakar lemak tubuh, dan apa saja risiko yang perlu diwaspadai? Berikut ulasannya mengutip Healthline dan beberapa sumber lain.
Kafein adalah zat psikoaktif yang bekerja merangsang sistem saraf pusat. Secara medis, ada dua mekanisme utama bagaimana kafein dapat membantu proses penurunan lemak:
- Meningkatkan laju metabolisme (Thermogenesis): Kafein merangsang proses termogenesis, yaitu cara tubuh menghasilkan panas dan energi dari pencernaan makanan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme basal sebesar 3–11 persen. Artinya, tubuh membakar lebih banyak kalori bahkan saat sedang beristirahat.
- Mendorong lipolisis: Kafein merangsang sistem saraf simpatik untuk mengirimkan sinyal ke sel-sel lemak agar memecah lemak tubuh (lipolisis). Proses ini meningkatkan kadar hormon epinefrin (adrenalin) dalam darah, yang memicu pelepasan asam lemak bebas ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai energi.
at tubuh membangun toleransi terhadap kafein. Seiring waktu, efek peningkat metabolisme dan pemecahan lemak ini bisa berkurang.
- Faktor tambahan kalori: Manfaat pembakaran lemak hanya berlaku untuk kopi hitam murni tanpa gula. Penambahan gula, susu kental manis, sirup perisa, atau krimer dapat menambah ratusan kalori ekstra yang justru memicu kenaikan berat badan.
Risiko konsumsi kafein berlebihan Mengonsumsi kopi secara berlebihan demi mengejar efek pembakaran lemak justru membawa risiko kesehatan, antara lain:
- Gangguan tidur (Insomnia): Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (pemicu rasa lapar) dan mengganggu metabolisme glukosa.
- Kecemasan dan jantung berdebar: Dosis kafein yang terlalu tinggi merangsang respon fight-or-flight tubuh berlebihan.
- Gangguan pencernaan: Kopi memicu produksi asam lambung yang berpotensi memperburuk gejala maag atau GERD.
Batas aman konsumsi kafein bagi dewasa sehat adalah 200–400 mg per hari (setara dengan 2 hingga 4 cangkir kopi hitam).
ni tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/benarkah-kopi-bisa-membakar-lemak-ini-fakta-dan-risikonya-2e1d1a32/.
Baca juga
Pelaku Usaha Perlu Pahami Regulasi Negara Tujuan Sebelum Melakukan Ekspor
Pelaku Usaha Perlu Pahami Regulasi Negara Tujuan Sebelum Melakukan Ekspor UMKM perlu memahami regulasi, sertifikasi, pasokan, dan kebutuhan pasar negara tujuan sebelum mengekspor produk pangan.
Ada 2.300 Lowongan Kerja di Subang, Tertarik?
Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 30 perusahaan lokal hingga multinasional membuka 2.300 lowongan kerja bagi tenaga kerja terampil di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kemenko Hilirisasi Dapat Anggaran dari ESDM, Begini Penjelasan Suahasil
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjelaskan anggaran operasional Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bersumber dari anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Potret Antusiasme Fan Timnas Indonesia Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026
FOTO LIFESTYLE Potret Antusiasme Fan Timnas Indonesia Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Comment SHARE url telah tercopy CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia 05 October 2026 22:39 Warga dan pedagang di Petamburan antusias mengikuti nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 antara…