Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonyaVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonya

Antara 2 menit baca 327 kata
Benarkah kopi bisa membakar lemak? Ini fakta dan risikonya — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Selain sebagai pendorong energi di pagi hari, minuman ini sering kali dipromosikan sebagai agen pembakar lemak alami yang ampuh.

Produk suplemen penurun berat badan pun hampir selalu mencantumkan kafein sebagai bahan utamanya. Namun, seberapa efektifkah kopi dalam membakar lemak tubuh, dan apa saja risiko yang perlu diwaspadai? Berikut ulasannya mengutip Healthline dan beberapa sumber lain.

Kafein adalah zat psikoaktif yang bekerja merangsang sistem saraf pusat. Secara medis, ada dua mekanisme utama bagaimana kafein dapat membantu proses penurunan lemak:

- Meningkatkan laju metabolisme (Thermogenesis): Kafein merangsang proses termogenesis, yaitu cara tubuh menghasilkan panas dan energi dari pencernaan makanan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan Resting Metabolic Rate (RMR) atau laju metabolisme basal sebesar 3–11 persen. Artinya, tubuh membakar lebih banyak kalori bahkan saat sedang beristirahat.

- Mendorong lipolisis: Kafein merangsang sistem saraf simpatik untuk mengirimkan sinyal ke sel-sel lemak agar memecah lemak tubuh (lipolisis). Proses ini meningkatkan kadar hormon epinefrin (adrenalin) dalam darah, yang memicu pelepasan asam lemak bebas ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai energi.

at tubuh membangun toleransi terhadap kafein. Seiring waktu, efek peningkat metabolisme dan pemecahan lemak ini bisa berkurang.

- Faktor tambahan kalori: Manfaat pembakaran lemak hanya berlaku untuk kopi hitam murni tanpa gula. Penambahan gula, susu kental manis, sirup perisa, atau krimer dapat menambah ratusan kalori ekstra yang justru memicu kenaikan berat badan.

Risiko konsumsi kafein berlebihan Mengonsumsi kopi secara berlebihan demi mengejar efek pembakaran lemak justru membawa risiko kesehatan, antara lain:

- Gangguan tidur (Insomnia): Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (pemicu rasa lapar) dan mengganggu metabolisme glukosa.

- Kecemasan dan jantung berdebar: Dosis kafein yang terlalu tinggi merangsang respon fight-or-flight tubuh berlebihan.

- Gangguan pencernaan: Kopi memicu produksi asam lambung yang berpotensi memperburuk gejala maag atau GERD.

Batas aman konsumsi kafein bagi dewasa sehat adalah 200–400 mg per hari (setara dengan 2 hingga 4 cangkir kopi hitam).

ni tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/benarkah-kopi-bisa-membakar-lemak-ini-fakta-dan-risikonya-2e1d1a32/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi