Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Berapa Umur Powerbank? Ini Fakta dan Cara KerjanyaIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Teknologi

Berapa Umur Powerbank? Ini Fakta dan Cara Kerjanya

Liputan6 Tekno 2 menit baca 347 kata
Berapa Umur Powerbank? Ini Fakta dan Cara Kerjanya — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Powerbank telah menjadi penyelamat utama bagi pengguna smartphone yang sering beraktivitas di luar ruangan dan jauh dari stopkontak.

Saat ini, terdapat beragam opsi powerbank di pasaran—mulai dari kapasitas daya yang bervariasi, kecepatan pengisian (fast charging), fitur kabel terintegrasi, hingga pengisian daya nirkabel (wireless charging).

Mengutip BGR, Sabtu (3/10/2026), sebuah powerbank sebenarnya dapat bertahan cukup lama sebelum performanya menurun secara signifikan. Namun, masa pakai ini sangat bergantung pada kualitas perangkat dan kebiasaan penggunaannya.

Masa pakai powerbank umumnya diukur melalui siklus pengisian daya (charge cycle), yaitu hitungan berapa kali baterai digunakan dan diisi ulang penuh hingga 100 persen.

Produsen perangkat pengisi daya ternama, Anker, mengungkapkan bahwa mayoritas powerbank di pasaran dirancang untuk bertahan antara 300 hingga 500 siklus penuh. Angka ini setara dengan penggunaan selama dua hingga enam tahun, tergantung pada seberapa sering kamu menggunakannya.

Meski demikian, ada beberapa pengecualian. Produsen aksesori seperti Belkin mengklaim lini produk tertentu milik mereka bahkan mampu bertahan hingga 1.000 siklus pengisian daya.

Bahaya Efek Panas pada Powerbank Nirkabel Selain faktor kualitas bahan, metode pengisian daya—baik menggunakan kabel maupun nirkabel—turut memengaruhi keawetan powerbank kamu.

Pengisian daya nirkabel, termasuk teknologi berbasis magnet seperti MagSafe, menghasilkan suhu panas yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode pengisian kabel konvensional.

Panas berlebih ini muncul akibat proses transfer energi antar-kumparan magnetik pada pengisi daya dan perangkat yang sedang diisi, di mana sebagian daya terbuang menjadi energi panas.

Pengisian dengan kabel sebetulnya juga mengalami pelepasan panas, namun dalam jumlah yang jauh lebih kecil sehingga tergolong lebih hemat energi.

Banyak produsen jarang mengungkapkan batas siklus pengisian untuk perangkat nirkabel mereka. Padahal, paparan panas berlebih pada powerbank nirkabel terbukti mempercepat degradasi baterai.

Akibatnya, powerbank nirkabel cenderung mengalami penurunan kualitas (health) lebih cepat dibandingkan versi kabel. Bahkan, efek panas berlebih ini berisiko mempercepat penurunan kualitas baterai pada smartphone kamu.

Tanda-tanda Penurunan Fungsi Perlu dicatat, saat mencapai batas akhir siklus pengisian, powerbank biasanya tidak langsung rusak total. Sebaliknya, perangkat akan mengalami penurunan kapasitas hingga sekitar 60-80% dari kapasitas asli.

Meskipun masih bisa dipakai, penting untuk memperhatikan tanda-tanda baterai powerbank kamu tidak lagi aman digunakan, seperti panas berlebih atau menunjukkan pembengkakan secara fisik.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/berapa-umur-powerbank-ini-fakta-dan-cara-kerjanya-631a7874/.

Baca juga

Semua berita Teknologi