Berisik Petasan Maulid hingga Tengah Malam Ganggu Warga Jakarta
Bising suara petasan di acara Maulid Nabi di kawasan Pondong Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kegaduhan. Kegiatan yang digelar dengan berisiknya petasan bersahutan di langit hingga Sabtu (3/10) dini hari itu membuat waktu tidur warga terganggu.
Seorang ibu bernama Amanda Andono yang protes terhadap suara petasan justru berujung intimidasi hingga ancaman kekerasan dari sekelompok pelaku.
Pihak kepolisian sudah memediasi kedua pihak terkait kejadian ini. Sementara pihak lurah menyampaikan kegiatan tersebut tidak mengantongi izin. Berikut sejumlah fakta-fakta tradisi maulid yang disertai bisingnya petasan hingga berujung protes warga tersebut:
Kronologi Ibu tersebut bernama Amanda Andono mengatakan acara tersebut digelar pada hari Sabtu (3/10) pagi hingga tengah malam. Keturunan salah satu keluarga di sana menggelar acara untuk reuni.
"Mereka bikin acara kombo itu ya untuk reuni akbar keluarga besar dihadiri oleh semua kerabat juga keturunan mereka, dari pagi sampai tengah malam itu," kata Amanda mengutip detikcom, Senin (5/10).
Amanda menilai tindakan yang dilakukan keluarga tersebut arogan. Sebab, dia menilai mereka masih merasa memiliki tanah yang menjadi lokasi acara.
Salah satu warga yang terganggu menurutnya sempat dibentak karena mendatangi lokasi acara dan melayangkan protes. Dia mengatakan beberapa kali mediasi sempat diupayakan oleh pihak-pihak yang terlibat.
"Kemarin ada akhirnya dua kali mediasi, pertama siang yang diprakarsai Pak RW tapi pihak penyelenggara dan yang punya acara nggak hadir sama sekali, hanya perwakilan," sebutnya.
"Lalu malam jam 20.00 WIB di kelurahan diprakarsai oleh Bu Lurah-yang juga udah aku DM dan terangkan panjang lebar-dihadiri juga oleh pihak penyelenggara bersama yang bikin acara," tambahnya.
Ganggu anak berkebutuhan khusus Dalam rekaman video yang viral, Amanda yang memakai daster terlihat memprotes acara tersebut karena petasan yang dinyalakan tengah malam. Ia menyebutkan anaknya yang berkebutuhan khusus (abk) sampai terbangun dan tremor saking kerasnya suara petasan.
Di tengah protes yang ia layangkan, seorang pria datang terkesan menantangnya. Dalam video tersebut Amanda juga menyebut dirinya hendak ditampar oleh salah satu peserta acara.
"Ini pelecehan, ini pelecehan," teriak ibu tersebut.
Pramono sentil petasan di larut malam Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut menanggapi kejadian tersebut. Pramono menilai penggunaan petasan hingga larut malam tidak seharusnya mengganggu masyarakat, terlebih, ada warga yang sensitif terhadap suara bising petasan.
"Karena bagaimanapun tidak eloklah bahwa sudah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya," kata Pramono saat ditemui di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (5/10).
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/berisik-petasan-maulid-hingga-tengah-malam-ganggu-warga-jakarta-3db951ae/.
Baca juga
Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih Terbuka
JAKARTA - Upaya mediasi dalam proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie resmi dinyatakan kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan cerai kini masuk ke pembahasan pokok perkara.
Dulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan Gibran
Almas Tsaqibbirru meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memulai proses pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade.
Masalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di Malaysia
Video Chery Omoda 5 mengalami copot pada bagian as roda belakang viral di media sosial. Insiden yang diduga terjadi di Malaysia ini lantas menjadi perhatian warganet.