Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Bermalam di Kepulauan Fam, Menikmati Sisi Sunyi Raja AmpatAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Nasional

Bermalam di Kepulauan Fam, Menikmati Sisi Sunyi Raja Ampat

CNN Indonesia 9 menit baca 1786 kata
Bermalam di Kepulauan Fam, Menikmati Sisi Sunyi Raja Ampat — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Bermalam di Kepulauan Fam, Menikmati Sisi Sunyi Raja Ampat CNN Indonesia Sabtu, 03 Okt 2026 09:37 WIB Bagikan:

URL berhasil disalin Jakarta, CNN Indonesia -- Raja Ampat selama ini lekat dengan gambaran laut biru, gugusan pulau karst, dan bentang alam yang seolah tak habis dijelajahi. Di antara banyak kawasan yang menjadi tujuan wisata, ada satu gugusan pulau yang mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian wisatawan, yakni Kepulauan Fam.

Bagi mereka yang sudah mengenal Raja Ampat, nama Piaynemo mungkin terdengar jauh lebih akrab. Gugusan bukit karst yang muncul dari laut dan mengelilingi laguna berwarna biru kehijauan itu kerap menjadi salah satu wajah Raja Ampat yang paling banyak diabadikan.

Namun, Piaynemo sesungguhnya merupakan bagian dari Kepulauan Fam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Berada di Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda ketika wisatawan tidak sekadar datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga menghabiskan malam di dalamnya.

Bermalam di Kepulauan Fam berarti memberi diri kesempatan untuk menikmati Raja Ampat dengan ritme yang lebih pelan. Setelah aktivitas di laut dan perjalanan dari satu pulau ke pulau lain berakhir, suasana kepulauan perlahan menjadi lebih sunyi.

Tidak ada hiruk-pikuk kota. Yang tersisa adalah suara laut, angin yang bergerak di antara pepohonan, serta kehidupan masyarakat kampung yang berlangsung sebagaimana biasanya.

Menyusuri Kepulauan Fam Kepulauan Fam atau Pam terdiri atas sejumlah pulau dengan karakter lanskap yang khas. Dua pulau utama di kawasan ini adalah Pulau Pam Kecil dan Pulau Pam Besar atau Pam Bemuk.

Kampung Pam berada di Pulau Pam Kecil, sedangkan Kampung Saukabu dan Saupapir berada di Pulau Pam Besar. Selain kedua pulau tersebut, terdapat sejumlah pulau lain yang tidak berpenghuni.

Karena bentuk lanskapnya yang didominasi gugusan pulau karst dan perairan jernih, Kepulauan Fam kerap dijuluki sebagai 'Raja Ampat kecil'. Sebutan tersebut bukan semata karena kemiripannya dengan kawasan Wayag, tetapi juga karena kekayaan ekosistem yang dapat ditemukan dalam satu kawasan.

Di sini terdapat pulau-pulau karst, laguna, terumbu karang, hutan bakau, hingga padang lamun.

Pemandangan itu membuat perjalanan menuju Kepulauan Fam terasa seperti berpindah dari satu lanskap ke lanskap lainnya. Dari atas bukit, gugusan batu kapur terlihat mengapung di tengah laut. Sementara dari permukaan air, dinding-dinding karst menjadi latar perjalanan menuju kampung atau lokasi menyelam.

Piaynemo menjadi salah satu titik yang paling dikenal. Dari ketinggian, wisatawan dapat melihat gugusan bukit karst yang mengelilingi perairan berwarna biru dan hijau. Pemandangan inilah yang membuat Piaynemo menjadi salah satu ikon wisata Raja Ampat.

Bukan sekadar pemandangan Pesona Kepulauan Fam tidak berhenti di atas permukaan laut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bermalam-di-kepulauan-fam-menikmati-sisi-sunyi-raja-ampat-20f30159/.

Baca juga

Mengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera Selatan (Sumsel) kian parah. Meski pemadaman telah berlangsung cukup lama, titik panas masih ditemukan dan sebaran asap terus mengancam kualitas udara di sejumlah daerah…

Liputan6 News

Semua berita Nasional