Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan RudalAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Internasional

Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal

CNN Indonesia 1 menit baca 184 kata
Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Korea Utara dilaporkan melemparkan rudal balistik pada Sabtu (3/10) waktu setelah. Rudal dilemparkan usai Korea Selatan menyalahkan Korea Utara atas ledakan yang terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ), yang melukai tiga tentara Korsel.

"Sabtu pagi militer kami mendeteksi sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara menuju laut timur," ujar Kepala Staf Gabungan Seoul, melansir AFP.

"Korea Selatan, AS, dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang kuat melalui pertukaran informasi yang erat mengenai rudal balistik Korea Utara," tambahnya.

Militer Korsel menuntut permintaan maaf resmi atas ledakan ranjau di wilayah DMZ. Namun, Korea Utara membantah bertanggung jawab dan menghina Korea Selatan.

Korea Selatan dan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan, ledakan bulan lalu di DMZ disebabkan oleh ranjau Korea Utara yang terletak di sisi perbatasan.

Ranjau ini dipasang Korea Utara sebagai bagian dari upaya untuk menutup perbatasan secara permanen. Penutupan dilakukan sejak Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut Korsel sebagai 'musuh utama' negaranya pada 2024 lalu.

Dalam laporan terpisah, KCNA menyebut tuntutan permintaan maaf dari Korea Selatan sebagai sesuatu yang konyol.

Kim Jong Un juga dilaporkan menolak permintaan Menteri Unifikasi Chung Dong-young untuk melakukan perundingan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dituding-ledakkan-ranjau-di-dmz-korea-utara-tembakkan-rudal-00643183/.

Baca juga

Semua berita Internasional