Dituding Ledakkan Ranjau di DMZ, Korea Utara Tembakkan Rudal
Korea Utara dilaporkan melemparkan rudal balistik pada Sabtu (3/10) waktu setelah. Rudal dilemparkan usai Korea Selatan menyalahkan Korea Utara atas ledakan yang terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ), yang melukai tiga tentara Korsel.
"Sabtu pagi militer kami mendeteksi sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korea Utara menuju laut timur," ujar Kepala Staf Gabungan Seoul, melansir AFP.
"Korea Selatan, AS, dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang kuat melalui pertukaran informasi yang erat mengenai rudal balistik Korea Utara," tambahnya.
Militer Korsel menuntut permintaan maaf resmi atas ledakan ranjau di wilayah DMZ. Namun, Korea Utara membantah bertanggung jawab dan menghina Korea Selatan.
Korea Selatan dan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menemukan, ledakan bulan lalu di DMZ disebabkan oleh ranjau Korea Utara yang terletak di sisi perbatasan.
Ranjau ini dipasang Korea Utara sebagai bagian dari upaya untuk menutup perbatasan secara permanen. Penutupan dilakukan sejak Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut Korsel sebagai 'musuh utama' negaranya pada 2024 lalu.
Dalam laporan terpisah, KCNA menyebut tuntutan permintaan maaf dari Korea Selatan sebagai sesuatu yang konyol.
Kim Jong Un juga dilaporkan menolak permintaan Menteri Unifikasi Chung Dong-young untuk melakukan perundingan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dituding-ledakkan-ranjau-di-dmz-korea-utara-tembakkan-rudal-00643183/.
Baca juga
CDC: Campak di Amerika Serikat hampir 3.900 kasus
Washington (ANTARA) - Jumlah kasus penyakit campak yang sedang melanda di Amerika Serikat kini mendekati 3.900, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Jumat (2/10).
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang: Martin Rebut Pole usai Salip Marquez
Jorge Martin berhasil merebut pole position mengalahkan Marc Marquez usai menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10).
Arab Saudi Siapkan Perang Besar, Awas "Banjir Darah" di Timur Tengah
Arab Saudi Siapkan Perang Besar, Awas "Banjir Darah" di Timur Tengah Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi tengah menyiapkan operasi militer terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?
Setelah berada di Irak selama 12 tahun, Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan penarikan seluruh pasukan dari Irak pada Rabu (30/9) usai menjalankan misi memerangi ISIS.