Bukan Cuma Satu Nama, Ini Le Minerale Squad yang Ikut Bikin Indonesia Bangga di ASEAN
Perjalanan Tim Kebanggaan Indonesia di level ASEAN menjadi panggung bagi banyak pemain untuk menunjukkan kontribusinya.
Bukan hanya satu nama yang tampil menonjol. Di berbagai lini, para pemain saling melengkapi dan hadir di momen-momen penting untuk menjaga Tim Kebanggaan Indonesia tetap kompetitif.
Di antara mereka, Ragnar Oratmangoen dan Rizky Ridho menjadi dua nama yang ikut mencuri perhatian.
Ragnar memberi warna dari lini depan. Pergerakannya, kemampuannya mencari ruang, hingga kontribusinya dalam fase menyerang menjadi salah satu bagian dari permainan Tim Kebanggaan Indonesia.
Sementara itu, Rizky Ridho menunjukkan peran berbeda dari lini belakang. Ketenangan, kemampuan membaca permainan, serta keberaniannya mengambil keputusan di situasi penting membuatnya ikut menjaga keseimbangan tim.
Perbedaan peran tersebut menggambarkan satu hal yakni perjalanan Tim Kebanggaan Indonesia tidak dibangun oleh satu pemain saja.
Setiap lini membutuhkan kontribusi yang berbeda. Ada pemain yang membuka peluang, menjaga organisasi permainan, hingga mereka yang mampu mengambil peran ketika pertandingan memasuki momen krusial.
Di luar lapangan, Ragnar dan Ridho juga punya satu kesamaan. Keduanya menjadi bagian dari deretan Le Minerale Squad, bersama para atlet lain yang membawa kebanggaan Indonesia melalui perjuangan mereka di berbagai arena olahraga.
Meski datang dari cabang olahraga, karakter, dan peran yang berbeda, para atlet memiliki standar tinggi terhadap apa yang menjadi bagian dari keseharian mereka. Termasuk dalam memilih air mineral yang dikonsumsi.
Ragnar mengungkapkan pengalamannya menjadi bagian dari Le Minerale Squad. Ia menyebut keterlibatan tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan, terlebih karena Le Minerale merupakan produk dalam negeri.
Hal itu disampaikan Ragnar melalui unggahan di akun TikTok @ragnaroratmangoenn. Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari produk asal Indonesia sekaligus mendapat dukungan dalam menjalani aktivitasnya sebagai atlet.
"Saya sangat bangga menjadi bagian dari produk dalam negeri, yang asli milik Indonesia. Saya juga semakin bangga bisa mewakili merek besar yang benar-benar mendukung kerja keras saya sebagai seorang atlet," ujar Ragnar.
Ragnar juga bercerita soal momen ketika dirinya melihat wajahnya terpampang di papan reklame untuk pertama kalinya. Menurutnya, pengalaman tersebut terasa seperti mimpi.
"Melihat diri saya sendiri terpampang di papan reklame di Indonesia untuk pertama kalinya sungguh terasa seperti mimpi. Saya hampir tidak percaya, namun saya merasa sangat bangga dan bersyukur atas momen tersebut," katanya.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bukan-cuma-satu-nama-ini-le-minerale-squad-yang-ikut-bikin-indonesia-80e9181c/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.