Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Cara Baru Berhemat ala Korsel, Pesan Makanan yang Tak SampaiIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Internasional

Cara Baru Berhemat ala Korsel, Pesan Makanan yang Tak Sampai

CNN Indonesia 3 menit baca 583 kata
Cara Baru Berhemat ala Korsel, Pesan Makanan yang Tak Sampai — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Menghadapi harga yang melambung tinggi, tetapi pendapatan tak kunjung naik, konsumen usia 20-an hingga 30-an di Korea Selatan punya solusi baru.

Mereka tetap bisa memesan makanan, minum minuman beralkohol, hingga merokok tanpa perlu keluar uang sepeser pun.

Bagaimana caranya? Semua dilakukan secara digital melalui aplikasi yang disebut digital placebo.

Digital placebo untuk redam keinginan belanja Ada aplikasi tertentu di Korsel yang menawarkan fungsi sebagai digital placebo. Lee Joo-hyun (25 tahun) merupakan salah satu penggunanya.

Pekerja kantoran yang mengaku sedang diet ini, selalu membuka sebuah aplikasi ketika rasa lapar melanda. Ia menelusuri menu, memilih makanan, lalu menekan tombol pesan.

Notifikasi langsung muncul, memberitahunya makanan sedang disiapkan dan bisa melacak pengantaran, seperti aplikasi delivery pada umumnya. Bedanya, makanan yang dipesan tak pernah sampai.

Lee pun tak perlu keluar uang, karena ia memesan di platform "FoodNeverArrives" (dalam bahasa Korea 음식만안와요 atau eum-sik-man-an-wa-yo), aplikasi yang dirancang untuk menyimulasikan proses pemesanan makanan. Ia pun hanya menerima tanda terima virtual dan estimasi uang serta kalori yang dihemat.

"Melihat angka-angka yang tertulis di tanda terima membuat saya bangga. Saya senang bahkan tanpa memakan makanan itu," kata Lee, seperti dilansir The Korean Times.

Aplikasi FoodNeverArrives ini sendiri sudah diunduh lebih dari 10.000 kali sejak diluncurkan di Google Play Store pada Juli lalu.

"Setelah makan makanan pesan antar, saya sering menyesal telah menghabiskan uang untuk makanan dan biaya pengiriman," kata Park Hyun-ji (24), pengguna lainnya.

Ia mengakui FoodNeverArrives membantunya mengendalikan keinginan untuk memesan makanan tanpa perlu mengeluarkan uang.

Sang pengembang aplikasi, Park Seo-hyun, mengaku mendapatkan ide membuat aplikasi dari kebiasaannya sendiri yang sering menjelajahi aplikasi food delivery, tetapi kehilangan nafsu makan ketika makanan benar-benar tiba.

"Saya membuat aplikasi ini karena saya berpikir bahwa hanya dengan mengalami proses pemesanan saja mungkin dapat meredakan keinginan tersebut," kata Park.

Tak cuma aplikasi food delivery, tren ini juga meluas ke penurunan berat badan. Ada aplikasi lain bernama "Maeumjaro" (마음자로) yang menyimulasikan suntikan penurun berat badan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cara-baru-berhemat-ala-korsel-pesan-makanan-yang-tak-sampai-35120eb1/.

Baca juga

Semua berita Internasional