Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran MamdaniIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Nasional

Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran Mamdani

CNN Nasional 2 menit baca 440 kata
Cerita Pramono Belajar soal Hunian Layak dari Zohran Mamdani — gambar dari CNN Nasional
Gambar dari CNN Nasional. Ringkasan oleh Zona News.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sudah belajar soal pengelolaan hunian layak kepada Wali Kota New York Zohran Mamdani.

"Saya dalam hal ini [hunian layak] terus terang belajar ke dia tentang bagaimana mengatur tentang hunian layak," ujar Pramono dalam wawancara khusus bersama CNN Indonesia di Balai Kota, Jakarta Pusat, yang ditayangkan pada Jumat (2/10).

Ia secara spesifik singgung soal program hunian milik Mamdani yang menargetkan warga tidak mampu.

"Mayor Mamdani itu punya program tentang mixed-use, yaitu membangun gedung-gedung atau building-building secara bertingkat naik ke atas, kemudian itu yang disediakan bagi warga yang tidak mampu," katanya.

Pramono menyebutkan ketersediaan hunian layak di Jakarta sebenarnya tidak kalah dari New York. Namun, masih ada masalah dalam pelaksanaannya, yakni terkait ketertiban.

"Masyarakat yang sudah mendapatkan rumah yang layak kemudian disewakan atau diperjualbelikan kepada yang lain, kalau di Jakarta itu luar biasa. Sehingga orang yang berhak untuk mendapatkan hunian banyak tidak ditempati," jelasnya.

Ia kemudian menyatakan permasalahan ini terjadi di Rumah Susun Jagakarsa. Sejumlah masyarakat yang sebelumnya tinggal di area tempat pemakaman umum sempat dipindahkan ke lokasi rusun yang disebut cukup strategis ini.

"Ketika kita pindahkan, kemudian kita berikan gratis ada yang enam bulan, ada yang satu tahun, ternyata banyak yang kemudian tinggal adalah bukan warga yang kita berikan kesempatan untuk meninggali itu," ungkap Pramono.

Maka dari itu, ia menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penertiban, terutama soal sistem administrasi agar menjadi lebih tertib, rapi, transparan, dan terbuka.

Pramono juga mengungkapkan rencananya terkait penanganan masalah hunian layak di Jakarta.

"Saya meyakini kerja sama pemerintah Jakarta dengan pemerintah pusat untuk hal yang berkaitan dengan hunian layak untuk masyarakat itu menjadi hal yang di sisa waktu kepemimpinan saya ini saya akan secara sungguh-sungguh untuk menyediakan itu," ungkap Pramono.

Pada Agustus lalu, Gubernur Jakarta ini sempat mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rumah Susun (rusun) Ranperda ini mengatur soal pengembangan rusun yang terintegrasi dengan sekolah, pasar, fasilitas layanan, dan transportasi publik.

"Penyediaan hunian yang layak, inklusif, dan berkeadilan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat," kata Pramono dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/8).

Sasaran kebijakan perumahan ini juga diperluas agar mampu menjangkau Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cerita-pramono-belajar-soal-hunian-layak-dari-zohran-mamdani-4f227476/.

Baca juga

Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya

Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.

Antara

Semua berita Nasional