Comfort Food Indonesia Jadi Tren Kuliner Gen Z, dari Warung Lokal hingga Hidden Gem
Liputan6.com, Jakarta - Di tengah derasnya arus kuliner global, meja makan Indonesia rupanya masih memiliki cara tersendiri untuk memanggil pulang. Aroma bumbu yang akrab, rasa gurih dari masakan rumahan, serta hidangan sederhana di pinggir jalan tetap menemukan tempat di tengah selera yang terus berubah.
Survei Jakpat pada 2025 mencatat 61 persen masyarakat memilih makan di warung lokal, sedangkan 58 persen memilih pedagang kaki lima. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman kuliner yang dekat dengan keseharian belum kehilangan daya tarik.
Country Lead Marketing Unilever Indonesia Unilever Food Solutions (UFS), Raditya Beer, melihat ada kekuatan lain yang membuat makanan Indonesia terus relevan.
"Buat aku ada dua tren yang paling relevan di Indonesia ini. Kalau kita lihat dari kepulauan Indonesia, sebenarnya banyak sekali palet dan taste yang berbeda-beda dari setiap daerah," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Keragaman rasa itu menjadi bagian dari "Future Menu 2026" UFS Indonesia yang memperkenalkan dua tren kuliner, yakni Culinary Roots dan Street Food Couture. Keduanya melihat makanan lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber ide yang dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman bersantap masa kini.
Bagi Gen Z, kedekatan tersebut hadir dalam bentuk yang lebih personal. Makanan yang dikenal sejak kecil dapat menjadi ruang untuk menemukan rasa nyaman ketika tren kuliner global datang silih berganti.
"Di tengah maraknya Korean inspired food, Japanese inspired food, ada satu hal yang selalu bikin mereka (Gen Z) pengin balik lagi, pengin pulang lagi, yaitu comfort food. Nah, comfort food ini pasti masakan Indonesia atau kuliner Nusantara," sebut Raditya.
Gen Z dan Pencarian Rasa yang Familiar Istilah comfort food terasa semakin menarik ketika dikaitkan dengan cara generasi muda menjelajah kuliner. Perjalanan tidak selalu berakhir di restoran dengan nama besar.
Tempat makan yang tersembunyi, warung sederhana, atau jajanan yang ditemukan secara tidak sengaja justru dapat menawarkan pengalaman yang lebih berkesan.
Raditya melihat kecenderungan tersebut dalam kebiasaan Gen Z saat bepergian. Mereka tidak hanya mencari makanan untuk mengisi perut. "Bagi Gen Z, eksplorasi rasa juga menjadi bagian dari pengalaman yang kemudian mereka bagikan melalui konten di media sosial," tuturnya.
Cara pandang itu membuat makanan lokal memiliki ruang untuk bergerak lebih jauh. Tahu telur yang ditemui di pinggir jalan, misalnya, tidak berhenti sebagai hidangan sederhana ketika Chef Freddie Salim dari SILK Bistro melihat kemungkinan baru di dalamnya.
Tetap Relevan di Masa Depan Sebagai penggemar ketoprak dan gado-gado, Freddie menemukan kemiripan rasa yang membuat tahu telur terasa dekat dengan preferensinya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk melihat bagaimana hidangan yang akrab di jalanan dapat diterjemahkan ke dalam menu restoran.
Freddie berkata,"Jadi, kita memang punya modal yang sangat luar biasa. Tinggal bagaimana terus mengeksplorasi dan menerjemahkannya menjadi sesuatu yang tetap relevan. Kalau tidak relevan, mungkin akan sulit untuk mewariskannya pada generasi berikutnya." Upaya menerjemahkan rasa tersebut turut dilakukan melalui Culinary Trip yang melibatkan 18 chef terkemuka Indonesia. Pada Juni dan Juli 2026, mereka menjelajahi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menemukan bahan, hidangan, bumbu, serta teknik memasak yang dapat menjadi pijakan bagi kreasi baru.
Dari Culinary Trip ke Menu Masa Kini Freddie membawa pulang inspirasi Sate Srepeh dari Rembang. Elemen penting berupa saus santan dan asam jawa tetap dipertahankan, sementara teknik pengolahan ayam dan penyajiannya disesuaikan dengan karakter restorannya.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/comfort-food-indonesia-jadi-tren-kuliner-gen-z-dari-warung-lokal-b49b60e1/.
Baca juga
Pihak Ruben Onsu Tanggapi Gugatan Wanprestasi Sarwendah
- Sarwendah menggugat wanprestasi Ruben Onsu dan BCA, sidang perdana 13 Oktober. - Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menunggu panggilan resmi pengadilan. - Minola belum resmi menjadi kuasa hukum Ruben untuk kasus wanprestasi ini.
Setelah Kerja, Nostalgia 2000-an di Senopati: Fimelahood Hangout Hadirkan Early Party
Liputan6.com, Jakarta - Selepas jam kantor, Fimela mengajak komunitas Fimelahood kembali ke era 2000-an lewat Fimelahood Hangout: "Bring Back 2000s, Ladies!" pada 25 September 2026.
Kondisi RPTRA Pedongkelan Jakbar Usai Fasilitasnya Digasak Maling
Sejumlah fasilitas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), hilang dicuri. Kondisi RPTRA itu tampak tak terawat hingga kumuh.
Fashion Casual Go Youn Jung dengan Make Up Natural di Paris
- Go Youn Jung memukau dengan potret kasual naturalnya saat liburan di Paris. - Gayanya kasual menawan, dari sweatshirt hingga trench coat, bahkan aksi uniknya. - Di tengah liburan, ia tetap aktif dengan proyek film 'Nambeol' dan 'Moving 2'.