Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Danantara Bakal Kelola 200 Entitas Tahun Ini, Merger BUMN Karya DikebutIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Ekonomi

Danantara Bakal Kelola 200 Entitas Tahun Ini, Merger BUMN Karya Dikebut

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 351 kata
Danantara Bakal Kelola 200 Entitas Tahun Ini, Merger BUMN Karya Dikebut — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Asset Management menargetkan hanya akan mengelola 200 entitas BUMN pada akhir 2026. Penggabungan BUMN Karya jadi prioritas utama yang dilakukan tahun ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan pemerintah tengah melakukan pembenahan terhadap lebih dari 1.000 entitas BUMN. Termasuk menggabungkan hingga menutup perusahaan.

"Ini sudah selesai kita tentukan sehingga harapannya ini selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan yang kita kelola, ya," kata Dony di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Dia menerangkan merger BUMN Karya bisa dilakukan terlebih dahulu dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Penggabungan beberapa perusahaan konstruksi disebut yang paling mudah.

"Merger PP, Adhi Karya, kemudian Brantas dan Nindya Karya ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu, kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi," ungkapnya.

Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masih memerlukan langkah restrukturisasi dahulu sebelum digabung. Sedangkan keuangan PT Hutama Karya (Persero) dinilai relatif sehat.

"Jadi, hanya Wika, Waskita yang akan menjadi persoalan karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, divestasi aset mereka, menurunkan hutangnya, sisanya akan kita restrukturisasi," jelas dia.

Target Prabowo Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia hanya memiliki paling banyak 300 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 31 Desember 2026.

Adapun pemerintah Indonesia hanya akan mempertahankan BUMN yang produktif dan menciptakan nilai tambah untuk masyarakat Indonesia.

“Kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN.750 BUMN kita akan tutup,” ujar Prabowo, saat Sidang Tahunan MPR, Jumat, (14/8/2026).

Mempertahankan BUMN Sehat Pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang berdampak terhadap masyarakat Indonesia. “Hanya yang produksi dan ciptakan nilai tambah bagi rakyat, kita akan pertahankan,” kata dia.

Prabowo menuturkan, langkah menutup ratusan BUMN itu akan menjadi restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. “Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia,” kata dia.

Seiring langkah perampingan BUMN itu, Prabowo menuturkan, Indonesia akan berhemat Rp 50 triliun. ”Kita telah hemat biaya over head Rp 50 triliun dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/danantara-bakal-kelola-200-entitas-tahun-ini-merger-bumn-karya-dikebut-987d28e2/.

Baca juga

Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata

Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…

Detik

Semua berita Ekonomi