Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Demo Pelajar Rusuh di Prancis: 730 Sekolah Terdampak, Guru Disiram Bensin hingga DianiayaIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Lifestyle

Demo Pelajar Rusuh di Prancis: 730 Sekolah Terdampak, Guru Disiram Bensin hingga Dianiaya

Okezone 1 menit baca 183 kata
Demo Pelajar Rusuh di Prancis: 730 Sekolah Terdampak, Guru Disiram Bensin hingga Dianiaya — gambar dari Okezone
Gambar dari Okezone. Ringkasan oleh Zona News.

PARIS - Demonstrasi berujung bentrok pecah di Prancis. Pada Jumat 2 Oktober 2026, siswa sekolah menengah Prancis menyalakan api dan melemparkan benda-benda ke arah polisi yang kemudian membalas dengan menembakkan gas air mata.

Para demonstran menuntut kondisi pendidikan yang lebih baik. Sementara pemerintah menyatakan, para siswa berusia belasan tahun yang belajar di sekolah menengah atas memiliki hak penuh untuk menyampaikan keluhan. Namun, pihaknya mengutuk kekerasan, seperti seorang polisi yang dikejar, ditendang, dan dipukuli oleh sekelompok pemuda.

Bahkan, di La Ciotat, Prancis selatan, seorang guru disiram bensin sebelum dianiaya dua orang, kata para pejabat, melansir AFP.

Di pihak lain, ada seorang pemuda yang terluka di Tours setelah kehilangan penglihatan pada mata kanannya, kata jaksa kota itu. Ia terluka pada Rabu 30 September ketika mahasiswa bentrok dengan polisi, kata prefektur setempat.

Gerakan yang dimulai di wilayah Paris pada September ini menyebar ke seluruh negeri. Kondisi tersebut membuat para siswa di sekolah menengah atas (lycees) memblokir akses ke gedung-gedung dan bentrok dengan polisi.

"Para siswa SMA mengharapkan langkah-langkah konkret dari pemerintah ini, dan sejauh ini kami belum menerimanya," kata Ryad Rani, kepala serikat siswa SMA USL.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/demo-pelajar-rusuh-di-prancis-730-sekolah-terdampak-guru-disiram-d2c7697f/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle