Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Downgrade, Saat Masyarakat Cari Celah untuk Bertahan HidupVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Nasional

Downgrade, Saat Masyarakat Cari Celah untuk Bertahan Hidup

Liputan6 News 8 menit baca 1688 kata
Downgrade, Saat Masyarakat Cari Celah untuk Bertahan Hidup — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Siang itu panas begitu menyengat di jalan Jakarta. Di SPBU seberang toko buku Matraman tampak antrean kendaraan mengular sampai ke badan jalan. Aldi (31), seorang pekerja swasta bimbang. Dia ada di persimpangan, pilih Pertamax artinya tak ada rokok hari ini, jika pilih Pertalite, Aldi harus rela antre panjang berpanas-panasan bersama yang lain.

"Saya biasanya pakai Pertamax, sekarang jujur udah gak kuat, (harga) naik banyak turunnya sedikit. Pertalite aja sekarang, gak apa-apa antre panas-panasan, yang penting masih bisa ngerokok," katanya.

Aldi tidak seorang diri, banyak orang telah melakukan mekanisme alamiah pertahanan diri in this economy yang disebut: Downgrade.

Downgrade secara etimologi berasal dari kata 'down' yang artinya 'turun', dan 'grade' artinya kelas. Kata Downgrade sendiri pertama kali muncul di Amerika Serikat pada 1868. Konteks awal kata tersebut berkaitan dengan dunia perkeretaapian. Downgrade dipakai sebagai kata benda untuk menggambarkan bagian jalur kereta api yang posisinya menurun atau meluncur ke bawah, atau bisa dibilang jalur turunan bukit.

Makna itu kemudian bergeser pada abad ke-20 atau sekitar tahun 1900an awal. Kata 'downgrade' mulai digunakan sebagai kata kiasan, sebuah metafora untuk menggambarkan adanya penurunan status, termasuk kualitas, jabatan, di bidang teknologi, hingga dipakai untuk menggambarkan fenomena adanya turun kelas di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini.

Bukan cuma Aldi yang merasakan downgrade, Zaka (28), seorang karyawan agency properti di daerah Pamulang juga merasakan. Baginya dibandingkan dua atau tiga tahun lalu, perekonomian saat ini dirasa 'super ketat'. Dari segi harga barang, katanya, sejumlah bahan kebutuhan pokok makin sedikit didapat dengan jumlah uang yang sama pada dua atau tiga tahun lalu. Misal, saat pergi ke pasar membawa Rp 100 ribu, barang yang didapat saat ini dengan uang yang sama tidak sebanyak beberapa tahun lalu.

Zaka lebih jauh mengungkapkan, perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang ini juga membebaninya dengan perizinan membuka toko yang dirasa lebih sulit.

"Dari pajak juga lumayan banget, super ketatlah sekarang tuh," katanya.

Bagi Zaka yang tidak hobi nongkrong di kafe, situasinya mungkin bisa dibilang lebih mudah, namun bukan berarti gampang untuk dilewati. Dirinya mengaku, sebagai mekanisme pertahanan in this economy, dia juga perlu mengurangi pos-pos pengeluaran yang dirasa tidak terlalu penting.

"Jalan-jalan tuh perlu dikurangi," katanya.

Bukan cuma mengurangi pos-pos pengeluaran yang dirasa tidak penting, dirinya saat ini juga terpaksa menunda daftar pengajuan Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Bukan tanpa sebab, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang bisa saja datang tiba-tiba membuatnya berpikir dua kali untuk mengajukan KPR saat ini. Apalagi bunga KPR non-subsidi yang bersifat floating, memang di awal ada relaksasi bunga flat, namun tahun-tahun berikutnya bunga sudah dipastikan terus naik, sementara gaji yang diterima hanya segitu saja.

"Atau bisa saja malah kita kehilangan pekerjaan, setelah setahun KPR, siapa yang bisa menjamin karier kita aman sekarang?" katanya.

Sebagai karyawan single bergaji Rp 4 juta per bulan, mengarungi hidup in this economy membuatnya perlu berpikir berulang-ulang saat spending uang. Menurutnya, yang paling utama adalah pemenuhan kebutuhan pokok. Dirinya mengaku saat ini lebih selektif memilih apa saja hal-hal atau barang yang masuk dalam daftar kebutuhan pokoknya.

"Untuk menghemat gitu kan. Yang dulunya mungkin ada barang-barang atau kebutuhan yang sifatnya ingin sekali kita beli, karena ekonomi sekarang lagi sulit, jadi kita press lagi lah anggarannya," katanya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/downgrade-saat-masyarakat-cari-celah-untuk-bertahan-hidup-e1cae53d/.

Baca juga

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Senin, 05 Okt 2026 23:58 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan R-I menyampaikan hasil investigasi dan temuan Ombudsman R-I di Lapas Kelas Dua…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional