Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Ekonom: Surplus dagang beri bantalan, impor investasi tetap kuatVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Ekonom: Surplus dagang beri bantalan, impor investasi tetap kuat

Antara 1 menit baca 245 kata
Ekonom: Surplus dagang beri bantalan, impor investasi tetap kuat — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Jakarta (ANTARA) - Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menilai surplus perdagangan Agustus 2026 sebesar 3,55 miliar dolar AS atau sekitar Rp63,68 triliun memberi bantalan devisa jangka pendek di tengah permintaan impor terkait investasi yang tetap kuat.

Menurut dia, peningkatan surplus terutama ditopang koreksi impor secara bulanan, sementara impor bahan baku dan barang modal secara tahunan masih tumbuh kuat sejalan dengan aktivitas investasi dan produksi.

"Surplus perdagangan Agustus memberi bantalan devisa jangka pendek, tetapi kami melihat perbaikannya masih rapuh, bukan struktural. Peningkatan surplus lebih banyak ditopang koreksi impor bulanan dibandingkan percepatan ekspor," kata Irman dalam kajian Indonesia Macro Glint Bank Danamon yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Agustus 2026 mencapai 26,61 miliar dolar AS atau sekitar Rp477,30 triliun, naik 6,72 persen secara tahunan, sedangkan impor sebesar 23,06 miliar dolar AS atau Rp413,63 triliun, tumbuh 19,09 persen.

Irman menjelaskan impor bahan baku dan barang antara untuk menunjang produksi turun 11,1 persen secara bulanan pada Agustus, sementara impor barang modal berkurang 16 persen.

Namun, secara tahunan, impor bahan baku dan barang antara masih tumbuh 22,5 persen, sedangkan impor barang modal meningkat 10,6 persen.

"Dengan impor bahan baku dan barang modal yang masih tumbuh kuat dibandingkan tahun lalu, kami memperkirakan aktivitas investasi akan terus menghasilkan kebutuhan impor dan devisa yang cukup besar," ujar Irman.

Pewarta: Aria Ananda Editor: Zaenal Abidin Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ekonom-surplus-dagang-beri-bantalan-impor-investasi-tetap-kuat-76d2873f/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi