Empat ABK KM Maulana 23 Diduga Dianiaya Selama 2 Bulan
Liputan6.com, Jakarta - Empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 diduga disiksa secara tidak manusiawi selama melaut dari Muara Baru, Jakarta Utara, menuju Merauke. Salah satu dugaan kekerasan bahkan dilakukan di dalam tong.
Kasus ini dibongkar Polres Pelabuhan Tanjung Priok setelah patroli siber menemukan video viral yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap ABK, Kamis, 1 Oktober 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan, pihaknya kemudian menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi korban.
Hasilnya, salah satu korban diketahui bernama Ilhash Shalahuddin (25), warga Sunter, Jakarta Utara.
Ilhash diketahui berangkat bersama tiga ABK lainnya, yakni Octavian Maghreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono. Mereka direkrut KM Maulana 23 dan berangkat dari Dermaga Muara Baru pada akhir Juli 2026 dengan tujuan Merauke.
“Dari akhir Juli berarti kita hitung Agustus, September, Oktober. Berarti hampir 2 bulan, 2 bulan lebih sedikit lah,” kata Alrasyidin dalam keterangannya, dikutip Senin (5/10/2026).
Dugaan kekerasan mencuat setelah polisi menelusuri kondisi para ABK. Mereka diduga dianiaya jika tidak mampu memenuhi target tangkapan cumi sebanyak 3 kilogram per hari.
“3 kilo sehari harus tercapai. Kalau tidak, dugaan sementara, masih dugaan sementara, maka akan dilakukan tindakan-tindakan tertentu,” ujarnya.
Terus Ditelusuri Polisi masih mendalami bentuk kekerasan dan siapa saja yang terlibat. Dari sekitar 14 ABK di kapal tersebut, belum dipastikan apakah seluruhnya terlibat atau hanya beberapa orang.
“Bisa jadi semuanya, bisa jadi beberapa, bisa jadi hanya satu, bisa jadi hanya dua. Itu tentunya harus kita temukan data faktual melalui pemeriksaan,” jelasnya.
Dalam perjalanan, empat korban disebut sempat diturunkan di daratan setelah kapal menyandarkan diri. Salah satu korban sebelumnya dikabarkan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Dobo, Kepulauan Aru.
Namun setelah berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Aru dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), polisi menemukan korban ternyata tidak dirawat di rumah sakit.
“Yang tadinya dikatakan dirawat, ternyata tidak dirawat, hanya ditaruh di darat,” ungkap Alrasyidin.
Polisi kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Kondisi fisik dan mental keempat ABK kini menjadi prioritas.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/empat-abk-km-maulana-23-diduga-dianiaya-selama-2-bulan-1be7c9cd/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.