Gennady Timchenko, Penguasa Gas Rusia yang Dihukum AS Berharta Rp433 T
Gennady Timchenko, Penguasa Gas Rusia yang Dihukum AS Berharta Rp433 T Putri Kartika Utami | CNN Indonesia Minggu, 04 Okt 2026 17:35 WIB Bagikan:
URL berhasil disalin Jakarta, CNN Indonesia -- Sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap sektor energi Rusia bukan hal baru bagi Gennady Timchenko. Namanya sudah sejak 2014 masuk daftar hitam Washington sejak 2014.
Namun tetap saja, hukuman teranyar AS itu bisa Timchenko dan kerajaan bisnisnya kerepotan. Sanksi itu berpotensi mempersempit ruang gerak bisnis yang selama ini menjadi sumber kekayaannya, mulai dari perdagangan komoditas hingga kepentingan di perusahaan energi dan petrokimia Rusia.
Konglomerat yang dikenal dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin itu dikenai sanksi oleh AS. Timchenko juga dikenai sanksi oleh negara Barat, sakutu AS, yakni oleh Inggris sejak 2014 dan Uni Eropa sejak 2022.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Timchenko merupakan pendiri Volga Group, perusahaan yang berbasis di Rusia yang memiliki bisnis di sejumlah sektor, termasuk energi, transportasi, dan konstruksi.
Ia membangun kekayaannya dari perdagangan minyak, sebelum akhirnya membangun Volga Group untuk mengembangkan gurita bisnisnya.
Portofolio Volga Group di antaranya Novatek, salah satu produsen gas alam terbesar Rusia, serta Sibur Holding, perusahaan petrokimia besar Negeri Beruang Merah.
Di Novatek, Timchenko memegang 23,5 persen saham. Perusahaan ini merupakan raksasa gas yang menyumbang sekitar 12 persen dari produksi gas alam Rusia. Reuters melaporkan Novatek adalah produsen LNG terbesar di Rusia.
Timchenko juga punya 14,5 persen saham Sibur, perusahaan petrokimia terbesar di Rusia. Bisnisnya mengolah bahan baku hidrokarbon dari minyak dan gas menjadi berbagai bahan kimia, plastik, polimer, dan karet.
Ia juga salah satu pendiri Gunvor Group, perusahaan perdagangan komoditas independen yang termasuk salah satu yang terbesar di dunia.
Berkat gurita bisnisnya, Timchenko berada di peringkat ke-107 orang terkaya di dunia versi Forbes World's Billionaires 2026. Forbes menaksir kekayaannya tembus US$24,2 miliar atau sekitar Rp433 triliun (asumsi kurs Rp17.888 per dolar AS).
Namun, berdasarkan data Bloomberg, Timchenko ada di urutan k2-249 daftar orang terkaya sejagat raya. Bloomberg memperkirakan per 4 Oktober 2026, hartanya bersihnya sekitar US$13,5 miliar atau setara Rp241,5 triliun. Kekayaannya amblas US$766 juta atau Rp13,7 triliun sejak awal tahun.
Timchenko tak cuma ada di barisan pengusaha, ia juga figur yang kenal dekat dengan lingkaran kekuasaan di Rusia.
Gennadi Nikolayevich Timchenko lahir pada 9 November 1952 di Leninakan wilayah RSS Armenia, Uni Soviet. Daerah itu kini disebut Gyumri, Armenia.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/gennady-timchenko-penguasa-gas-rusia-yang-dihukum-as-berharta-rp433-t-8398031f/.
Baca juga
Nama Israel Houghton Masuk dalam Pemantauan Imigrasi, Visa Bakal Ditolak
Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan belum menerima permohonan visa dari musikus asal Amerika Serikat (AS) Israel Houghton terkait rencana konsernya di Jakarta. Imigrasi menegaskan bakal menolak visa Israel Houghton jika mengajukan permohonan.
Imigrasi Tolak Terbitkan Visa Musisi AS Israel Houghton ke RI
Indonesia akan menolak menerbitkan visa musisi Israel Houghton jika mengajukan permohonan masuk ke Tanah Air.
Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma Rumor
Rusia membantah laporan menyebut seorang teknisi laboratorium di wilayah Siberia meninggal dunia akibat wabah atau pes yang belum dikenal . Pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan penyakit tersebut.
Jadwal Tayang dan Sinopsis Shadow Punisher Dracin Luo Yunxi
Shadow Punisher menjadi drama China terbaru dibintangi Luo Yunxi. Dalam costume drama ini, ia tampil sebagai sosok cerdas yang diam-diam menyusup untuk mengungkap rahasia istana.