Google Uji Data Center AI di Luar Angkasa, Satelit Suncatcher Resmi Mengorbit
Liputan6.com, Jakarta - Google mulai menguji konsep data center Artificial Intelligence (AI) di luar angkasa melalui Project Suncatcher. Perusahaan mengirim satelit prototipe ke orbit untuk melihat kemampuan chip AI bekerja dalam kondisi ekstrem di luar Bumi.
Dikutip dari The Register, Senin (5/10/2026), proyek ini menjadi bagian dari riset Google untuk mengetahui apakah infrastruktur machine learning skala besar bisa dibangun di luar angkasa.
Satelit prototipe Suncatcher yang dikembangkan Google bersama perusahaan Planet diluncurkan ke orbit dalam misi Transporter-18 milik SpaceX.
Google mengatakan misi tersebut sebagai langkah awal untuk menguji teknologi sebelum konsep data center berbasis orbit dikembangkan lebih jauh. Ini adalah langkah pertama dari riset jangka panjang Google untuk mengeksplorasi infrastruktur machine learning di luar angkasa.
Satelit prototipe itu membawa Tensor Processing Unit (TPU) milik Google. Dalam beberapa pekan ke depan, perusahaan akan mengumpulkan data tentang kemampuan TPU menghadapi radiasi, tekanan saat peluncuran, serta kondisi panas dan dingin di ruang angkasa.
Project Suncatcher memanfaatkan potensi energi Matahari di orbit rendah Bumi. Google menjelaskan satelit di wilayah ini bisa memperoleh energi surya hingga delapan kali lebih banyak dibandingkan panel surya di Bumi.
Konsep tersebut berangkat dari gagasan menghubungkan banyak satelit yang membawa TPU untuk bekerja sebagai satu sistem komputasi.
Tantangan Membangun Data Center di Luar Angkasa Jika berhasil, Google bisa memanfaatkan energi surya yang tersedia hampir terus-menerus untuk kebutuhan pemrosesan AI.
Namun, membangun data center di luar angkasa bukan perkara sederhana. Salah satu tantangan utamanya adalah menjaga suhu perangkat karena ruang hampa tidak memiliki udara yang membantu membuang panas dari chip.
Google juga harus mengatasi kebutuhan komunikasi antarsatelit. Sistem ini membutuhkan koneksi berkecepatan tinggi agar banyak satelit bisa bertukar data dan bekerja sebagai satu jaringan komputasi.
Data Center di Orbit Masih Berupa Proyeksi Dalam penelitian yang dipublikasikan di Joule, Google memperkirakan biaya untuk mengirim satu kilogram perangkat ke orbit perlu berada di kisaran USD 200 atau sekitar Rp 3,58 juta agar data center di luar angkasa lebih masuk akal secara ekonomi.
Penelitian Google juga membahas rancangan jaringan yang terdiri dari puluhan satelit terbang dalam formasi berdekatan.
Sistem itu membutuhkan teknologi komunikasi, pendinginan, dan pengendalian orbit yang jauh lebih kompleks dibanding infrastruktur pusat data di Bumi.
Masih dalam Tahap Penelitian dan Pengembangan Untuk saat ini, Project Suncatcher masih berada dalam tahap penelitian dan pengujian. Hasil dari satelit pertama akan membantu Google menentukan teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan misi berikutnya.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/google-uji-data-center-ai-di-luar-angkasa-satelit-suncatcher-resmi-5b6a30f5/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.