Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Harga Ayam di Kandang Anjlok LagiVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Harga Ayam di Kandang Anjlok Lagi

Detik 1 menit baca 292 kata
Harga Ayam di Kandang Anjlok Lagi — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Harga ayam hidup di peternak anjlok lagi. Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkap saat ini harga di kandang berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg).

Sementara harga pokok produksi (HPP) ayam broiler saat ini sudah berada di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg. Artinya, harga jual di tingkat kandang berada di bawah biaya produksi.

Peternak dari Permindo Asep Saepudin mengatakan kondisi ini membuat peternak semakin terjepit. Kenaikan biaya produksi ini telah terjadi sejak awal 2026.

"Kondisinya sekarang harga pakan rata-rata sudah di atas Rp 9.400/kg untuk starter umur 7-21 hari. Normalnya sekitar Rp 8.000-8.500/kg. Harga live bird sudah turun per hari ini Rp 21.000-22.000/kg di kandang ya. HPP kami sudah Rp 23.000/kg. Pusing kami," kata Asep, kepada detikcom, Sabtu (3/10/2026).

Kenaikan harga pakan juga tidak lepas dari kondisi pasokan bahan baku, khususnya jagung. Berdasarkan informasi yang diterima peternak, harga jagung saat ini sudah di atas Rp 7.800/kg, bahkan banyak yang berada di atas Rp 8.000/kg.

Selain pakan, peternak juga masih harus menanggung biaya pembelian day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari yang juga mengalami kenaikan. Saat ini harga DOC berada di kisaran Rp 7.500-8.500/ekor, naik dari sebelumnya Rp 6.000/ekornya.

Asep mengatakan kondisi penyerapan ayam sebenarnya masih relatif stabil. Namun, stok ayam yang berlebih di sejumlah wilayah membuat pembeli memiliki banyak pilihan.

"Penyerapan masih stabil, tetapi stok sedang berlebih sehingga hampir di semua wilayah banyak pilihan. Kondisi ini dimanfaatkan pembeli untuk menekan harga," ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Permindo menyampaikan sejumlah permintaan kepada pemerintah. Salah satunya adalah menekan harga bahan baku pakan agar harga pakan jadi dapat kembali ke kisaran Rp 7.000-8.000/kg seperti pada 2025.

Peternak juga meminta harga DOC ditetapkan di kisaran Rp 5.500-6.000/ekor. Selain itu, Asep meminta pemerintah menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) ayam hidup menjadi Rp 27.000/kg dengan mempertimbangkan tingginya biaya pakan dan DOC.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-ayam-di-kandang-anjlok-lagi-82baf672/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi