Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Hujan Purba Diduga Ciptakan Wilayah Subur untuk Kehidupan di MarsThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Teknologi

Hujan Purba Diduga Ciptakan Wilayah Subur untuk Kehidupan di Mars

Detik 4 menit baca 766 kata
Hujan Purba Diduga Ciptakan Wilayah Subur untuk Kehidupan di Mars — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Mars mungkin pernah memiliki wilayah yang jauh lebih menarik bagi munculnya kehidupan daripada yang selama ini dibayangkan. Penelitian terbaru menunjukkan hujan di Mars purba kemungkinan tidak hanya membawa air, tetapi juga membantu mengantarkan formaldehida, molekul penting dalam pembentukan bahan dasar kehidupan.

Temuan ini berasal dari pemodelan global yang dilakukan peneliti dari Tohoku University, Earth-Life Science Institute, dan Institute of Science Tokyo. Studi tersebut memetakan untuk pertama kalinya bagaimana formaldehida di atmosfer Mars purba kemungkinan tersebar dan jatuh ke permukaan planet.

Penelitian ini diterbitkan dalam The Planetary Science Journal pada 30 September 2026 dengan judul Global Distribution of Atmospheric Formaldehyde Deposition Correlated with Water Vapor on a Warm Early Mars.

Sekitar 3,8-3,6 miliar tahun lalu, Mars diperkirakan mengalami periode yang lebih hangat dan basah. Bukti geologi menunjukkan keberadaan sungai, danau, bahkan kemungkinan lautan di belahan utara Mars.

Seperti dikutip dari The Brighter Side News, dalam kondisi tersebut, atmosfer Mars yang kaya karbon dioksida dan mengandung gas hidrogen memungkinkan terbentuknya formaldehida (H₂CO).

Formaldehida menarik perhatian ilmuwan karena dapat menjadi bahan awal berbagai reaksi kimia yang menghasilkan gula, asam amino, dan molekul organik kompleks lainnya. Senyawa-senyawa tersebut merupakan komponen penting dalam kimia yang berkaitan dengan asal-usul kehidupan.

Penelitian sebelumnya oleh tim yang sama pada 2024 telah menunjukkan bahwa atmosfer Mars purba secara fotokimia dapat menghasilkan formaldehida dalam jumlah tertentu. Studi terbaru kemudian menjawab pertanyaan yang belum terpecahkan, di mana formaldehida itu akhirnya terkumpul?

Untuk mengetahuinya, peneliti menggabungkan model kimia atmosfer dengan model iklim Mars tiga dimensi. Simulasi dibuat berdasarkan salah satu skenario Mars yang hangat sekitar 3,8-3,6 miliar tahun lalu. Model menggunakan atmosfer dengan tekanan sekitar 2 bar, kandungan hidrogen 6%, serta kemiringan sumbu Mars 40 derajat.

Hasilnya menunjukkan bahwa uap air menjadi salah satu faktor terpenting dalam menentukan produksi dan penyebaran formaldehida. Sinar ultraviolet memecah molekul air di atmosfer dan menghasilkan hidrogen reaktif yang membantu pembentukan formaldehida.

Ketika hujan turun, formaldehida yang mudah larut dalam air kemudian ikut terbawa ke permukaan. Dengan kata lain, siklus air Mars diduga berperan sebagai semacam mekanisme pengantar bahan kimia pembentuk kehidupan.

Selanjutnya, diketahui bahwa distribusi formaldehida ternyata tidak merata. Peneliti memperkirakan kawasan Tharsis dan Elysium, yang merupakan wilayah dataran tinggi dan pegunungan besar di Mars, dapat menerima formaldehida sekitar 50 miligram per meter persegi per tahun.

Angka tersebut sekitar 10 kali lebih tinggi daripada rata-rata global dalam simulasi. Fenomena ini berkaitan dengan proses yang dikenal sebagai orographic lifting. Udara lembap yang bergerak naik melewati pegunungan akan mendingin dan mengalami kondensasi sehingga menghasilkan lebih banyak presipitasi.

Air kemudian membawa formaldehida turun ke permukaan. Wilayah cekungan di sekitar daerah yang lembap juga menarik perhatian. Air sungai dan air tanah berpotensi membawa formaldehida terlarut menuju danau atau cekungan tertutup. Ketika air menguap, konsentrasi senyawa tersebut dapat meningkat.

Kondisi seperti ini secara teori dapat menyediakan air cair sekaligus pasokan senyawa karbon yang dibutuhkan untuk proses kimia prebiotik. Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa kehidupan benar-benar muncul di wilayah tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/hujan-purba-diduga-ciptakan-wilayah-subur-untuk-kehidupan-di-mars-623c0477/.

Baca juga

Semua berita Teknologi