Ibu Bekerja Sering Kewalahan, Psikolog Ungkap Pentingnya Support System
Liputan6.com, Tangerang Selatan - Psikolog Saskhya Aulia Prima mengingatkan pentingnya support system bagi ibu yang harus menjalani peran sebagai pekerja sekaligus mengasuh anak. Terlebih ketika anak masih kecil atau memiliki jarak usia yang cukup dekat, tuntutan perhatian dan pengasuhan bisa terasa semakin berat.
Di satu sisi, ibu perlu memenuhi tuntutan pekerjaan. Di sisi lain, ada kebutuhan anak, urusan rumah, hingga keinginan untuk tetap memiliki waktu berkualitas bersama keluarga. Berbagai tanggung jawab yang datang bersamaan dapat membuat ibu maupun kedua orang tua merasa kewalahan secara fisik dan emosional.
Menurut Saskhya, kondisi tersebut menjadi alasan mengapa ibu perlu menyadari bahwa dirinya juga membutuhkan dukungan. Membangun support system penting agar orang tua tidak merasa harus menghadapi seluruh tanggung jawab seorang diri.
"Mungkin jawaban terbaik adalah surround yourself with your supports. Apapun dukungan dari rumah, misalnya anggota keluarga yang di rumah," ujar Saskhya dalam konferensi pers Parentalk Festival 2026 di Tangerang Selatan pada Rabu (30/9/2026).
Dukungan tidak selalu harus berupa bantuan langsung dalam mengasuh anak. Setiap keluarga dapat memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga bentuk dukungan pun bisa disesuaikan.
Keluarga dapat menjadi salah satu sumber dukungan. Namun, ibu juga bisa memanfaatkan bantuan lain yang dipercaya, seperti layanan penitipan anak atau daycare, kegiatan anak, teman, hingga tenaga profesional.
Saskhya mengatakan, dukungan dari pihak yang memiliki keahlian tertentu juga dapat membantu orang tua ketika menghadapi situasi yang dirasa sulit.
Bagi sebagian orang, dukungan tersebut dapat berasal dari psikolog atau ahli lainnya. Sementara bagi orang tua lain, bantuan bisa datang dari lingkungan sosial maupun keagamaan yang mereka percaya.
"Support experts tadi, kayak siapa yang Mbak percaya. Untuk cerita, support dari teman di luar, atau mungkin ahli agama, yang mungkin bisa bantu," kata Saskhya.
Kenali Bantuan yang Benar-Benar Dibutuhkan Membangun support system, menurut Saskhya, bukan sekadar memiliki orang lain di sekitar. Ibu juga perlu meluangkan waktu untuk memahami kebutuhan dirinya sendiri.
Ketika mulai merasa kewalahan, ibu dapat bertanya kepada diri sendiri mengenai bantuan apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan. Dengan begitu, dukungan yang dicari bisa lebih tepat sasaran dan membantu mengurangi beban yang sedang dihadapi.
"Jadi benar sih, butuh waktu untuk nanya sebagai diri kita sendiri, kira-kira kita butuh bantuan apa, dan sekitar kita bisa bantu apa itu, supaya kita bisa isi lagi 'baterai' nya," ujar Saskhya.
Mengasuh Anak Kecil Bisa Menjadi Fase Bertahan Saskhya menuturkan, orang tua dengan anak-anak yang masih kecil terkadang memang berada dalam fase yang terasa seperti masa bertahan.
Kebutuhan anak yang tinggi, perubahan rutinitas, dan berkurangnya waktu untuk diri sendiri dapat membuat energi orang tua, khususnya ibu, terkuras.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ibu-bekerja-sering-kewalahan-psikolog-ungkap-pentingnya-support-system-942af127/.
Baca juga
Profil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas Cibinong
PROFIL dan pendidikan Mashudi menarik diulas. Sebab, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ini resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Aghniny Haque Semangat Bintangi Film Dewi Siluman Ular, Skenarionya Ditulis Sang Idola
- Film Dewi Siluman Ular diangkat dari kisah nyata podcast, dibintangi aktor ternama. - Aghniny Haque memerankan Lela, karakter lemah lembut yang menantang baginya. - Dedi menikahi siluman ular karena utang dan biaya medis, menjadikan Lela korban.
Margarito Kamis Heran Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Masih Disidangkan MK
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mempertanyakan mengapa gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih disidangkan Mahkamah Konstitusi.
Fitri Salhuteru Prihatin Richard Lee Masuk Bui: Semoga Jadi Penggugur Dosa
JAKARTA - Fitri Salhuteru prihatin melihat kondisi Richard Lee sejak masuk jeruji besi akibat kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang dilaporkan Doktif.