Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Indonesia Masih Didominasi Cuaca KeringAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Nasional

Indonesia Masih Didominasi Cuaca Kering

Detik 4 menit baca 725 kata
Indonesia Masih Didominasi Cuaca Kering — gambar dari Detik
Gambar dari Detik. Ringkasan oleh Zona News.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia dari 6 hingga 12 Oktober 2026 masih didominasi kondisi kering. Meski demikian, hujan lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah.

Kondisi kering tersebut ditandai dengan masih berlangsungnya hari tanpa hujan (HTH) panjang hingga ekstrem panjang di sejumlah wilayah. Tercatat 1.869 titik masuk kategori HTH ekstrem panjang.

Kondisi ini juga membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai. BMKG mencatat titik panas atau hotspot masih terpantau tinggi di sejumlah wilayah.

Sebanyak 261 titik panas terdeteksi di Sumatera, 212 titik di Kalimantan, serta 229 titik di wilayah Papua dan Maluku.

BMKG menyebut kondisi kering dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan uap air. Fenomena El Nino yang masih sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut membatasi suplai uap air ke wilayah Indonesia.

Pada dasarian I Oktober, sekitar 79,66 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan dalam kategori rendah.

Meski kondisi kering masih dominan, masyarakat tetap diminta tidak lengah terhadap potensi hujan lebat lokal. Hujan dapat terjadi secara setempat sehingga kondisi cuaca antardaerah maupun antarwaktu dapat berbeda.

Musim Hujan Diprediksi Mulai November Sebelumnya, BMKG mengungkap prediksi musim hujan 2026. BMKG memprediksi awal musim hujan di Indonesia terjadi pada November 2026.

"Awal musim hujan 2026 2027 terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim 24,66% luas daratan Indonesia," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026).

Kemudian, musim hujan berlanjut di periode Desember. Sebanyak 17,31% wilayah Indonesia akan diguyur hujan.

"Musim hujan pada periode Desember 2026 yaitu sebanyak 266 zona musim atau 17,31% luas daratan Indonesia," lanjutnya.

Musim hujan, jelas Faisal, akan datang lebih lambat di sebagian wilayah Indonesia. "Awal musim hujan di sebagian wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu di 529 zona atau 61,08% luas daratan Indonesia," kata Faisal.

BMKG Rilis Peta Awal Musim Hujan Berdasarkan unggahan media sosial BMKG, Jumat (2/10/2026), awal musim hujan mulai terjadi pada November dan Desember secara bertahap. Sebanyak 24,66% wilayah di Indonesia diprakirakan sudah memasuki awal musim hujan pada November.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi:

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/indonesia-masih-didominasi-cuaca-kering-b43a03f2/.

Baca juga

Semua berita Nasional