Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Kenapa Pelanggan Pergi? Pelajari Cara Membacanya Lewat Data ScienceVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Kenapa Pelanggan Pergi? Pelajari Cara Membacanya Lewat Data Science

Detik 2 menit baca 336 kata
Kenapa Pelanggan Pergi? Pelajari Cara Membacanya Lewat Data Science — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Pelanggan yang tiba-tiba berhenti menggunakan produk atau layanan tentu bisa jadi masalah buat bisnis. Namun, alasan di balik keputusan tersebut sebenarnya bisa dipelajari dari data yang sudah dimiliki perusahaan.

Lewat data science, perilaku pelanggan dapat dianalisis untuk menemukan pola yang berhubungan dengan risiko customer churn. Cara ini bisa membantu bisnis mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya mengandalkan perkiraan.

Belajar Membaca Risiko Customer Churn dengan Python Salah satu cara memahami perilaku pelanggan adalah dengan mempelajari Customer Churn Prediction. Studi kasus ini akan menjadi bagian dari kelas "Kenali Risiko Bisnis Lewat Data Science dan Python" dari detikcourse.

Dalam kelas tersebut, peserta akan diajak mencoba Predictive Analytics menggunakan Python dan Google Colab. Peserta juga akan mempraktikkan pembuatan model Decision Tree dan Random Forest Classification untuk melihat pelanggan yang memiliki risiko churn.

Setelah model dibuat, prosesnya tidak berhenti pada hasil prediksi. Peserta juga akan belajar mengecek performa model menggunakan Confusion Matrix, Accuracy, Precision, Recall, dan F1-Score.

Berbagai hasil tersebut kemudian bisa diterjemahkan menjadi insight yang lebih relevan untuk bisnis. Misalnya, memahami pola pelanggan dan menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi berikutnya.

Nggak Harus Anak IT untuk Ikut Kelas Ini Data science memang sering terdengar dekat dengan dunia programmer atau teknologi. Padahal, kemampuan mengolah data juga bisa berguna untuk berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan bisnis.

Kelas ini dapat diikuti oleh data analyst, business analyst, marketer, business development, entrepreneur, mahasiswa, hingga fresh graduate. Peserta akan mendapatkan pengalaman praktik langsung bersama expert sehingga materi yang dipelajari tidak hanya berhenti di teori.

Selain sesi hands-on practice, peserta juga memperoleh e-sertifikat detikcourse, video recording kelas, career tips, dan insight industri. Ada juga kesempatan untuk dipublikasikan melalui artikel detikcom.

Catat Jadwal Kelas Data Science Python detikcourse Kelas "Kenali Risiko Bisnis Lewat Data Science dan Python" akan berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 19.00-21.00 WIB secara online melalui Zoom Meeting.

Bagi yang ingin mulai memahami bagaimana data pelanggan bisa digunakan untuk membaca risiko bisnis, kelas ini bisa menjadi kesempatan untuk belajar langsung lewat studi kasus yang dekat dengan kebutuhan bisnis.

Daftarkan dirimu segera melalui detikevent!

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kenapa-pelanggan-pergi-pelajari-cara-membacanya-lewat-data-science-b1fbfc34/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi